Berandasehat.id – Kasus penyakit yang menyerang pernapasan anak masih terbilang tinggi di Tanah Air. Data Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023 menyebut angka kejadian asma pada anak usia 4 tahun ke bawah mencapai 70.771 kasus.
Penyakit pernapasan pada anak harus ditangani sejak dini agar tak memburuk sehingga mengganggu tumbuh kembangnya.
Penanganan masalah pernapasan yang tepat sejak dini penting untuk mencegah perburukan kondisi, terutama pada pasien dengan asma, bronkiolitis maupun beberapa penyakit paru kronis yang butuh terapi inhalasi atau penggunaan nebulizer.
Masalahnya, ketika anak sedang mengalami sesak napas atau butuh terapi uap segera, alat uap tersebut punya keterbatasan, misalnya mesin yang terlalu bising atau ukuran yang terlalu besar sehingga merepotkan untuk dibawa jalan.

Ketua Unit Kerja Koordinasi (UKK) Respirologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr. Wahyuni Indawati, Sp.A, Subsp. Respi(K), menyoroti pentingnya edukasi mengenai pengelolaan penyakit pernapasan perlu terus diperkuat.
Hal yang perlu diperhatikan adalah mendorong keluarga untuk mampu melakukan terapi inhalasi secara benar di rumah sesuai rekomendasi dokter.
“Keberhasilan terapi pernapasan pada anak tidak hanya ditentukan oleh obat yang diberikan, tetapi juga oleh kenyamanan selama proses inhalasi,” ujar dr. Wahyuni di acara peluncuran nebulizer OMRON NE-U300 di Jakarta, Kamis (2/7).
Terapi inhalasi merupakan metode pengobatan dengan cara menghirup obat yang diubah menjadi bentuk aerosol atau uap agar langsung masuk ke saluran pernapasan dan paru.
Metode ini dinilai efektif, bekerja lebih cepat, dan meminimalkan efek samping sistemik.
Dia menambahkan, perangkat inhalasi yang tidak bising, mudah digunakan, dan memungkinkan terapi dilakukan tanpa membuat anak semakin cemas dapat membantu meningkatkan kepatuhan terhadap pengobatan.
Kesempatan samaTomoaki Watanabe, Direktur OMRON Healthcare Indonesia, mengatakan tren penggunaan mesh nebulizer di kalangan konsumen saat ini terus meningkat.
Namun demikian, tak semua produk yang beredar di pasaran mampu memberikan performa, konsistensi, dan keandalan yang diharapkan konsumen, sehingga membuat pengalaman pengguna menjadi kurang memuaskan.
“Nebulizer NE-U300 dirancang dengan fokus pada fungsi, untuk memenuhi kebutuhan nyata pengguna, khususnya keluarga dengan anak kecil,” ujar Tomoaki.
Nebulizer NE-U300 dirancang persis seperti yang diidamkan para ibu: portabel, ringan dan hening; dengan harga terjangkau dan bisa dicas dengan colokan type C.
Kehadiran produk ini sekaligus memperluas pilihan mesh nebulizer OMRON di Indonesia, melengkapi lini premium yang sebelumnya telah hadir melalui NE-U100 dan lini menengah dari NE-U200.
Poin plus lainnya, OMRON NE-U300 hadir dengan harga yang lebih mudah dijangkau oleh masyarakat, namun tetap mempertahankan standar kualitas nebulizer OMRON yang telah dipercaya oleh jutaan orang di seluruh dunia.
Harapannya, lebih banyak keluarga, khususnya para ibu muda yang dinamis, punya akses ke alat bantu napas yang praktis, andal, dengan harga terjangkau.
Aman digunakan, desain travel friendly
Fanny Himawan, Marketing Manager OMRON, poin plus lainnya, Nebulizer NE-U300 dirancang rechargeable menggunakan port USB Type-C, hilangkan kebutuhan akan baterai sekali pakai.
Dengan bobot hanya sekitar 117gram dan ukuran yang kecil, alat ini sangat gampang diselipkan ke saku jaket atau dalam tas sehingga cocok digunakan ketika keluarga sedang travelling dan tidak ingin skip terapi inhalasi.
Dari sisi performa, NE-U300 menghasilkan ukuran partikel aerosol rata-rata sekitar 4.12μm yang pas untuk memastikan obat masuk secara optimal ke saluran napas bawah.
Perangkat beroperasi pada tingkat kebisingan yang sangat rendah, hanya ≤40 dB, sehingga anak bisa menjalani terapi dengan nyaman dan tenang.
“Wadah obatnya memiliki kapasitas 10 ml, cukup untuk dosis pemakaian standar,” terang Fanny.
Setiap paket pembelian telah dilengkapi masker anak dan dewasa, mouthpiece, kabel USB Type-C, soft pouch, medication cup, serta berbagai aksesori pendukung sehingga perangkat siap digunakan untuk berbagai kebutuhan terapi inhalasi di rumah maupun saat bepergian.
100 persen bebas ftalat
Aspek keamanan menjadi prioritas ekstra buat si Kecil. Ukuran tubuhnya yang mungil membuat anak sangat rentan terhadap dosis kecil zat kimia berbahaya.
OMRON memastikan seluruh nebulizer-nya, termasuk masker pada perangkat NE-U300, sudah 100 persen bebas ftalat.
Label bebas ftalat menandakan produk OMRON bersih dari ftalat, zat kimia sintetis yang lazim dipakai industri sebagai pelembut plastik atau penahan aroma.

Risiko paparan ftalat terbukti sangat berbahaya. Bahan kimia berbahaya ini dapat menimbulkan risiko kesehatan seperti gangguan sistem endokrin atau hormon, masalah reproduksi, memicu komplikasi pada ibu hamil, hingga potensi risiko kanker.
Saat beberapa masker nebulizer lain di pasaran masih menggunakan bahan ftalat ini, OMRON telah merilis perangkat tanpa perlu waswas akan potensi risiko kesehatan tersembunyi.
“NE-U300 menjamin setiap proses inhalasi si Kecil murni membawa kesembuhan, tanpa ancaman bahaya bagi masa depannya,” tutur Fanny.
Melalui peluncuran NE-U300, OMRON Healthcare Indonesia memperkuat komitmennya untuk menghadirkan inovasi perangkat kesehatan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat Indonesia.
“Dengan desain portabel, pengoperasian yang senyap, dan kemudahan pengisian daya, NE-U300 diharapkan dapat membantu lebih banyak keluarga menjalani terapi pernapasan secara nyaman, konsisten, dan berkualitas,” tandas Fanny. (BS)