Berandasehat.id – Teh hijau dikenal luas karena kandungan antioksidannya, termasuk epigallocatechin gallate (EGCG), sejenis katekin yang telah diteliti potensi efek antiradang serta manfaat kesehatan lainnya. Namun, teh hijau bukanlah satu-satunya minuman kaya antioksidan yang tersedia.

Para ahli yang merekomendasikan lima minuman lain dengan kandungan antioksidan lebih tinggi daripada teh hijau, serta berbagai makanan yang dapat membantu meningkatkan asupan antioksidan secara keseluruhan, sehingga memberikan lebih banyak pilihan untuk mendukung kesehatan tubuh dirangkum oleh Eating Well dalam ulasan berikut:

1. Kopi

“Kopi merupakan sumber antioksidan yang sering kali kurang dihargai, terutama dalam bentuk asam klorogenat (CGA) dan polifenol lainnya,” ujar ahli gizi Karen E. Todd, RD. “Namun, karena kopi adalah minuman yang umum dikonsumsi dan menjadi bagian rutin dari pola makan banyak orang, kopi sebenarnya dapat menjadi penyumbang besar asupan antioksidan bagi kebanyakan orang.”

Asam klorogenat adalah jenis polifenol yang memiliki sifat antioksidan. Penelitian menunjukkan bahwa senyawa ini dapat membantu mengurangi stres oksidatif, yaitu kondisi ketidakseimbangan antara radikal bebas dan kemampuan tubuh untuk menetralkannya.

2. Jus buah beri

Buah beri mengandung kadar antosianin yang tinggi; senyawa antioksidan inilah yang memberikan warna merah pekat, ungu, dan biru pada buah tersebut. Senyawa ini telah diteliti karena potensinya dalam mendukung kesehatan kardiovaskular dan metabolisme.

Todd mengatakan bahwa jus buah beri yang minim proses serta rendah atau tanpa tambahan gula—seperti dari buah acai, maqui, dan blueberry liar—bisa menjadi cara terbaik untuk memperoleh manfaat antioksidannya.

3. Teh hibiskus

Bagi yang belum pernah mencoba teh hibiskus, cobalah sekarang. Selain rasanya yang nikmat, minuman ini juga kaya akan senyawa antioksidan. Teh ini biasanya dibuat dengan menyeduh kelopak bunga kering dari tanaman tropis hibiskus yang menghasilkan warna merah pekat pada air seduhannya.

Penelitian menunjukkan bahwa hibiskus kaya polifenol dan senyawa antioksidan lainnya. Beberapa studi juga telah mengkaji potensi manfaatnya bagi kesehatan kardiovaskular, termasuk pengaruhnya terhadap tekanan darah dan oksidasi kolesterol LDL (kolesterol jahat).

4. Jus delima

Jus delima kemasan kini semakin populer, dan penelitian menunjukkan bahwa minuman ini kaya senyawa antioksidan. Senyawa-senyawa ini berperan sebagai pelindung tubuh. Mereka membantu menetralkan radikal bebas yang jika dibiarkan dapat menyebabkan stres oksidatif, merusak sel, serta berkontribusi terhadap penyakit kronis dan gangguan metabolisme.

5. Cokelat panas

“Kakao mengandung flavanol dalam jumlah besar. Jadi, cokelat hitam bisa menjadi bagian dari pola makan kaya antioksidan,” ujar Todd.

Flavanol kakao adalah jenis senyawa tanaman yang telah diteliti karena potensi manfaatnya bagi kesehatan jantung. Untuk mendapatkan lebih banyak senyawa ini dari minuman cokelat panas, pilihlah bubuk kakao tanpa pemanis atau produk kakao hitam, lalu sesuaikan takaran gula tambahan sesuai selera.

Tips untuk tingkatkan asupan antioksidan

Meskipun rutin mengonsumsi minuman tersebut dapat membantu meningkatkan asupan antioksidan, penting juga untuk melihat gambaran besarnya.

“Konsumen sebaiknya mengonsumsi beragam jenis makanan untuk mendapatkan spektrum antioksidan yang luas,” kata Todd.

Misalnya, orang dapat memulai hari dengan secangkir kopi atau teh, lalu menyantap buah beri saat sarapan, mengonsumsi sayuran berwarna-warni dan/atau kacang-kacangan saat makan siang dan makan malam, serta menikmati sedikit cokelat hitam sebagai hidangan penutup sesekali. Ini adalah cara yang sangat baik untuk memperoleh beragam antioksidan dalam pola makan guna membantu melawan stres oksidatif di dalam tubuh.

Jeffrey Bland, Ph.D., menyebutkan bahwa beberapa makanan dengan kadar antioksidan tertinggi meliputi buah jeruk, wortel, bayam, kale, selada air, dan peterseli. “Telah ditemukan bahwa biji-bijian dan serealia yang berasal dari lingkungan keras—seperti buckwheat, amaranth, millet, dan quinoa, memiliki kadar antioksidan yang sangat tinggi, dengan tartary buckwheat menempati posisi tertinggi dalam hal total kadar antioksidan,” tambahnya.

Alih-alih hanya fokus pada satu jenis makanan atau minuman, usahakanlah untuk mengonsumsi beragam jenis makanan. Mengonsumsi campuran buah-buahan, sayuran, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, serta aneka kacang dan biji-bijian yang berwarna-warni sepanjang hari dapat membantu Anda mendapatkan berbagai macam senyawa tanaman yang bermanfaat. (BS)