Berandasehat.id – Kebiasaan tidur siang mungkin menjadi tanda peringatan adanya demensia, menurut sebuah studi baru. Para peneliti orang lanjut usia yang sering tidur siang secara tidak sengaja, sering tidur siang, atau tidur siang dalam durasi singkat mungkin memiliki risiko lebih tinggi terkena demensia.

“Memantau perilaku tidur siang dapat menjadi penanda awal yang mudah diamati untuk membantu mengidentifikasi lansia yang berisiko lebih tinggi terkena demensia, serta menjadi panduan bagi intervensi yang tepat sasaran untuk pencegahan demensia,” ujar peneliti utama Kening Jiang dikutip Healthday.

Jiang merupakan peneliti pascadoktoral di bidang kesehatan mental di Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health, Baltimore, Maryland.

Dalam studi baru ini, para peneliti memantau lebih dari 990 penerima manfaat Medicare yang berusia 65 tahun ke atas selama kurun waktu hingga 10 tahun, dimulai sejak tahun 2013. Pada awal penelitian, seluruh peserta tidak mengidap demensia.

Hasil studi menunjukkan bahwa mereka yang tidur siang hampir setiap hari atau setiap hari memiliki risiko demensia 48% lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang jarang atau tidak pernah tidur siang.

Tidur siang yang tidak disengaja dikaitkan dengan risiko demensia yang 39% lebih tinggi, sementara tidur siang selama 30 menit atau kurang dikaitkan dengan risiko 40% lebih tinggi.

Para peneliti menyatakan bahwa kemungkinan terdapat hubungan dua arah antara tidur siang dan demensia. Tidur siang bisa menjadi faktor risiko potensial bagi demensia, namun munculnya demensia juga dapat memengaruhi bagian otak yang mengatur kondisi terjaga, sehingga menyebabkan seseorang lebih sering tidur siang.

Para peneliti mengingatkan bahwa studi ini tidak dirancang untuk membuktikan hubungan sebab-akibat langsung antara tidur siang di siang hari dan demensia. Sebaliknya, studi ini menyoroti adanya kemungkinan keterkaitan. Diperlukan penelitian yang lebih luas dan berjangka lebih panjang untuk memahami hubungan antara tidur siang dan risiko demensia dengan lebih baik.

“Sering tidur siang bisa jadi merupakan penanda adanya perubahan di dalam otak, bukan penyebab dari perubahan otak yang berujung pada demensia,” kata peneliti senior Adam Spira, seorang profesor di Departemen Kesehatan Mental Bloomberg School.

Studi terbaru ini telah dipublikasikan di Journals of Gerontology. (BS)