Setelah India, Nepal Berjuang Kendalikan Lonjakan Covid-19

Berandasehat.id – Nepal tengah berjuang untuk menahan lonjakan baru kasus COVID-19, yang telah membuat para pejabat khawatir bahwa situasinya bisa menjadi serupa dengan – atau lebih buruk dari – wabah yang menghancurkan di India, tetangga dekatnya.

Nepal berjuang kendalikan lonjakan wabah Covid-19 (dok. The Guardian)

Nepal, yang memiliki perbatasan panjang dengan India, kini memiliki tingkat kepositifan nasional sebesar 47%. Negara itu melaporkan 9.070 infeksi harian baru pada hari Kamis pekan lalu, mencatat rekor nasional. Dalam sebulan terakhir, kasus telah meningkat dari sekitar 100 per hari menjadi lebih dari 8.000. Puncak sebelumnya pada November  2020 sekitar 5.700 kasus positif COVID-19 harian.

“Apa yang terjadi di India saat ini adalah gambaran mengerikan tentang masa depan Nepal jika kita tidak dapat menahan lonjakan COVID terbaru yang merenggut lebih banyak nyawa dari menit ke menit,” kata Netra Prasad Timsina, ketua Palang Merah Nepal, kepada The Guardian.

Pejabat tinggi pemerintah Nepal meminta bantuan internasional minggu ini untuk mengelola fasilitas darurat dan mengurangi tekanan pada sistem perawatan kesehatan. Tak diragukan lagu, sama seperti India, negara ini mengalami tekanan pada rumah sakit dan keterbatasan vaksin COVID-19.

Ibu kota Kathmandu dan wilayah di barat daya dan barat mengalami wabah serius. Nepalgunj, sebuah kota di dekat negara bagian Uttar Pradesh, India, menjadi salah satu daerah yang paling parah terkena dampak saat warga kembali dari India sebelum wilayah itu mulai menutup lusinan titik perbatasan dalam beberapa hari terakhir. Kasus bahkan telah menyebar hingga ke Kamp Pangkalan Everest, menurut CNN.

The Guardian melaporkan, kota-kota telah memberlakukan penguncian, yang telah menghambat akses ke transportasi dan persediaan medis penting. Banyak orang yang tinggal di rumah, tetapi ada juga antrean panjang di rumah sakit dan apotek. Fasilitas kremasi penuh, dan anggota keluarga tidak dapat melakukan upacara penghormatan terakhir untuk orang yang dicintai yang meninggal akibat keganasan COVID-19.

Nepal juga menghadapi masalah logistik karena negara yang terkurung daratan itu biasanya menerima pasokan medis darat melalui India. Bangsa Himalaya kemudian harus mengirimkan perbekalan melintasi daerah pegunungan, termasuk desa-desa terpencil yang hanya dapat diakses melalui jalan tanah atau dengan berjalan kaki.

“Kami perlu bertindak sekarang dan kami perlu bertindak cepat agar punya peluang mengatasi bencana manusia ini,” Alexander Matheou, direktur Asia Pasifik untuk Federasi Masyarakat Palang Merah dan Bulan Sabit Merah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s