Kabar Baik, Infeksi Covid-19 Tanpa Gejala Picu Respons Antibodi Kuat

Berandasehat.id – Kasus COVID-19 yang ringan sekalipun atau tanpa gejala mampu memicu respons antibodi yang kuat pada anak-anak dan remaja, demikian menurut penelitian baru.

“Temuan ini menggembirakan, terutama karena kami belum dapat memvaksinasi anak-anak di bawah usia 12 tahun untuk melawan virus,” kata penulis studi Jillian Hurst, asisten profesor di Departemen Pediatri di Duke University School of Medicine di Durham, N.C.

“Studi ini menunjukkan bahwa anak-anak yang pernah mengalami infeksi ringan atau bahkan mereka yang tidak memiliki gejala apapun, mengembangkan respons kekebalan yang kemungkinan akan memberikan perlindungan terhadap infeksi di masa depan,” beber Hurst dalam rilis berita universitas.

Dia dan rekan-rekannya mengukur respons antibodi pada 69 pasien muda, berusia 2 bulan hingga 21 tahun, dengan infeksi SARS-CoV-2 tanpa gejala dan gejala ringan. Usia rata-rata adalah 11,5 tahun, dan 51% adalah perempuan.

Studi menemukan, respons antibodi pada anak-anak tidak berbeda berdasarkan adanya gejala, dan antibodi terhadap virus corona masih ada di sebagian besar peserta hingga empat bulan setelah infeksi.

Para peneliti juga menemukan bahwa tanpa memandang usia, tingkat antibodi anak-anak sama atau sedikit lebih tinggi daripada orang dewasa pada dua dan empat bulan setelah infeksi, menurut penelitian yang diterbitkan baru-baru ini di jurnal JCI Insight.

Temuan menunjukkan bahwa memberikan vaksin COVID-19 kepada anak kecil dapat mengarah pada tingkat perlindungan antibodi yang serupa atau lebih besar daripada orang dewasa.

“Sebagian besar penelitian tentang respons imun anak-anak terhadap SARS-CoV-2 telah berfokus pada pasien yang dirawat di rumah sakit karena COVID-19 yang parah atau sindrom inflamasi multi-sistem pada anak-anak [MIS-C], atau telah menilai kekebalan hanya selama infeksi akut,” kata penulis senior Dr. Genevieve Fouda, seorang profesor di Departemen Pediatri dan Genetika Molekuler dan Mikrobiologi di Duke.

“Studi kami memberikan informasi penting bahwa respons imun spesifik SARS-CoV-2 – terlepas dari tingkat keparahan penyakit – dapat menurun dari waktu ke waktu lebih lambat pada anak-anak dan remaja,” tandas Fouda dalam rilisnya. (BS)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s