BioNTech Bakal Bikin Vaksin Malaria Berbasis mRNA

Berandasehat.id – Perusahaan farmasi BioNTech bakal menggunakan teknologi mRNA untuk vaksin virus corona guna menargetkan malaria. Perusahaan berbasis di Jerman, yang mengembangkan suntikan virus corona pertama yang disetujui secara luas bersama dengan mitra AS Pfizer, bermaksud untuk memulai uji klinis vaksin malaria yang aman dan efektif pada akhir tahun depan.

BioNTech juga berusaha untuk membangun fasilitas produksi vaksin mRNA di Afrika, yang merupakan salah satu wilayah yang berjuang untuk mendapatkan pasokan dosis vaksin COVID-19 yang cukup.

Perusahaan farmasi ini mengatakan tengah bekerja dengan mitra untuk mengevaluasi bagaimana membangun kemampuan manufaktur mRNA yang berkelanjutan di benua Afrika untuk memasok negara-negara Afrika dengan vaksin. Setelah dibangun, fasilitas tersebut akan dapat membuat berbagai vaksin berbasis mRNA.

BioNTech dan Pfizer mengatakan mereka akan mengirimkan 1 miliar dosis vaksin COVID-19 produksinya ke negara-negara berpenghasilan menengah dan rendah tahun ini, dan satu miliar dosis lagi pada 2022.

Pekan lalu, kedua perusahaan mengumumkan bahwa perusahaan Afrika Selatan, Biovac Institute, akan menjadi yang pertama di benua itu yang mulai memproduksi vaksin virus corona berbasis mRNA.

BioNTech sebelumnya mengatakan sedang mengerjakan kandidat vaksin untuk tuberkulosis, dengan uji klinis yang diharapkan berlangsung tahun 2022, dan terapi untuk beberapa bentuk kanker, demikian dilaporkan MedicalXpress. (BS)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s