Perlindungan Vaksin Pfizer Berkurang Setelah 6 Bulan, Indikasi Perlu Booster?

Berandasehat.id – Mengganasnya varian Delta menjadikan vaksinasi sebagai prioritas penting. Sebagai vaksin berbasis mRNA, vaksin COVID-19 Pfizer terus menunjukkan perlindungan yang kuat terhadap penyakit serius dan rawat inap setelah 6 bulan. Namun perlindungan keseluruhan terhadap virus tampaknya berkurang setelah setengah tahun.

Menurut laporan studi pra-cetak 28 Juli 2021 yang belum ditinjau oleh rekan sejawat, tren penurunan khasiat vaksin secara bertahap selama 6 bulan setelah dua dosis vaksin Pfizer pada lebih dari 45.000 orang di seluruh dunia.

Studi ini menemukan efektivitas keseluruhan turun dari 96% menjadi 84%. Pada saat yang sama, dosis booster (penguat) ketiga dari vaksin Pfizer meningkatkan tingkat antibodi penetral terhadap varian Delta lebih dari 5 kali lipat, dibandingkan dengan tingkat setelah dosis kedua pada orang berusia 18 hingga 55 tahun, menurut data baru dari Pfizer.

Studi menemukan, tanggapan imun dosis ketiga tampak lebih kuat – lebih dari 11 kali lebih tinggi daripada suntikan kedua – di antara orang-orang berusia 65 hingga 85 tahun.

Pfizer mencatat hal ini bisa berarti peningkatan 100 kali lipat dalam perlindungan varian Delta setelah dosis ketiga. Temuan baru ini diuraikan dalam laporan pendapatan kuartal kedua tahun 2021 oleh Pfizer. Perusahaan farmasi mengatakan data akan dikirimkan untuk dipublikasikan di jurnal medis.

Data berasal dari sejumlah kecil orang yang diteliti. Ada 11 orang dalam kelompok berusia 18 hingga 55 tahun dan 12 orang dalam kelompok berusia 65 hingga 85 tahun.

“Data awal ini sangat menggembirakan karena Delta terus menyebar,” kata Mikael Dolsten, kepala ilmiah dan presiden organisasi Penelitian, Pengembangan dan Medis Seluruh Dunia di Pfizer.

Ketersediaan dosis ketiga dari salah satu vaksin COVID-19 saat ini akan memerlukan amandemen otorisasi penggunaan darurat Organisasi Obat dan Makanan AS (FDA) atau vaksin yang mendapatkan persetujuan penuh FDA.

Kemungkinan otorisasi atau persetujuan dosis ketiga bukannya tanpa kontroversi. Misalnya, ketika Pfizer mengumumkan niat untuk mengajukan otorisasi FDA untuk dosis penguat pada 8 Juli, CDC, FDA, dan National Institutes of Health dengan cepat mengeluarkan pernyataan bersama yang mengatakan bahwa mereka akan memutuskan kapan waktu yang tepat bagi orang Amerika untuk mendapatkan vaksin ketiga.

Badan-badan tersebut menyatakan siap untuk dosis penguat jika dan ketika ilmu pengetahuan menunjukkan bahwa mereka dibutuhkan.

Selain itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan pada konferensi pers pada 12 Juli bahwa negara-negara kaya harus memprioritaskan pembagian pasokan vaksin COVID-19 ke negara-negara lain yang membutuhkan di seluruh dunia sebelum mengalokasikan dosis untuk suntikan penguat bagi penduduknya sendiri, demikian dilaporkan CNN. (BS)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s