Hanya dengan Latihan Fisik Ringan Bisa Perpanjang Usia Pasien Stroke

Berandasehat.id – Jangan malas olahraga meski di masa pandemi. Penelitian baru menunjukkan bahwa berolahraga, bahkan hanya sedikit, dapat secara signifikan mengurangi risiko kematian bagi orang yang pernah mengalami stroke.

Dalam sebuah penelitian besar di Kanada tentang penderita stroke di masyarakat, para peneliti menemukan bahwa mereka yang menghabiskan 3 hingga 4 jam per minggu berjalan atau berkebun, atau bersepeda 2 hingga 3 jam per minggu, memiliki risiko kematian 54% lebih rendah dari sebab apapun.

Dan risiko mulai turun dengan jumlah latihan apa saja. “Kita tahu bahwa aktivitas fisik penting dari studi populasi umum dalam hal mengurangi kejadian kardiovaskular, serangan jantung, dan stroke, tetapi [pasien] stroke adalah kelompok individu khusus yang umumnya memiliki tingkat aktivitas fisik yang lebih rendah karena berpotensi cacat terus-menerus,” kata penulis utama studi Raed A. Joundi, MD, dari University of Calgary di Alberta, Kanada, dikutip MedicalXpress.

“Jika kita dapat mengidentifikasi intervensi yang relatif murah dan mudah seperti aktivitas fisik untuk meningkatkan kesehatan dan mengurangi risiko kematian bagi penderita stroke, itu akan menjadi penting,” imbuhnya.

Setelah penderita stroke yang bertahan selama rata-rata 5 tahun, peneliti menemukan efek olahraga yang paling menonjol pada penderita yang lebih muda. Mereka yang berusia di bawah 75 tahun mengalami penurunan risiko kematian sebesar 79%, dibandingkan dengan mereka yang berusia 75 tahun ke atas, yang ditemukan memiliki penurunan risiko sebesar 32%.

Paul George, MD, asisten profesor neurologi di Stanford University di California, mengatakan hasil lebih lanjut membuktikan bahwa orang harus tetap berolahraga setelah mereka mengalami stroke.

“Penelitian di masa depan untuk menentukan hambatan utama aktivitas fisik setelah stroke dan metode untuk menguranginya juga penting untuk meningkatkan aktivitas fisik pada penderita stroke,” katanya.

Mencari tahu bagaimana menyesuaikan rekomendasi olahraga untuk memenuhi berbagai kemampuan penderita stroke juga akan menjadi kuncinya, kata Joundi. “Para penyintas stroke mungkin memiliki beberapa kecacatan, jadi kami harus dapat melibatkan mereka pada tingkat [olahraga] yang memungkinkan bagi mereka,” tandasnya. (BS)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s