Waspadai Demam Misterius yang Disebabkan Scrub Thypus, Bisa Mengancam Nyawa

Berandasehat.id – India tengah menghadapi ‘bencana’ baru selain COVID-19. Di wilayah Uttar Pradesh sejumlah orang mengalami demam misterius yang menelan nyawa setidaknya 50, mayoritas di antaranya anak-anak. Pengujian menunjukkan kematian dan demam tidak disebabkan oleh COVID.

Kuat dugaan demam misterius yang menelan lebih dari 50 korban jiwa dikaitkan dengan scrub thypus, yaitu penyakit yang disebabkan oleh infeksi satu atau lebih bakteri riketsia. Disebut juga dengan istilah tifus semak, penyakit yang telah menelan puluhan korban meninggal di India, mayoriitas adalah anak-anak, disebabkan oleh bakteri Orientia tsutsugamushi dan ditularkan ke manusia melalui gigitan tungau yang terinfeksi.

Bakteri O.tsutsugamushi ditularkan oleh larva tungau yang mengisap hewan pengerat yang banyak ditemukan di hutan dan pedesaan, seperti tikus atau tikus sawah. Larva tungau menjadi pembawa bakteri ketika mereka mengisap darah orang yang terinfeksi atau hewan pengerat yang terinfeksi.  Selanjutnya bakteri itu ditularkan ke manusia yang bersentuhan dengan hewan artropoda pembawa bakteri tersebut. Misalnya, saat tidur di seprai yang terdapat tungau.

Selain ditularkan melalui kulit lewat gigitan tungau, scrub typhus dapat ditularkan melalui kotoran tungau. Saat menggaruk kulit di area tempat tungau menggigit, bakteri dalam kotorannya dapat masuk ke aliran darah melalui luka kecil di kulit itu.

Selain di India, tifus semak dijumpai di daerah pedesaan Asia Tenggara, Indonesia, Cina, Jepang,dan Australia bagian utara. Orang-orang yang tinggal atau bepergian ke daerah endemik scrub typhus berisiko tinggi untuk tertular penyakit tersebut.

Gejala scrub typhus biasanya muncul dalam 10 hari setelah digigit tungau. Gejala yang muncul di antaranya sebagai berikut:

1. Demam dan menggigil. Selama minggu pertama terinfeksi, demam dapat meningkat, sering kali sampai 40 sampai 40,5 derajat Celcius.

2. Badan pegal dan nyeri otot.

3. Daerah gelap di tempat gigitan tungau seperti keropeng, yang dikenal juga sebagai eschar. Saat demam, eschar sering muncul di lokasi gigitan tungau. Lesi/luka tipikal tifus semak awalnya berupa lesi merah dengan diameter sekitar 1 cm, yang akhirnya pecah dan menjadi keropeng hitam.

4. Sakit kepala. Sakit kepala yang parah dan sering biasanya juga dialami oleh orang yang terinfeksi scrub typhus.

5. Terjadi perubahan mental, mulai dari kebingungan hingga koma.

6. Muncul ruam, biasanya berkembang di batang tubuh selama hari ke 5 sampai ke 8 demam, seringkali meluas ke lengan dan tungkai.

7. Kelenjar getah bening membesar.

Pada kasus yang parah, orang yang terpapar tifus semak dapat mengalami kegagalan organ dan perdarahan yang bisa berakibat fatal, bahkan merenggut nyawa, bila tidak ditangani.

Pengobatan utama untuk scrub typhus menggunakan doksisiklin. Obat tersebut dapat digunakan untuk segala usia. Selain, doksisiklin, antibiotik juga bisa diberikan segera setelah gejala dimulai untuk hasil yang efektif.

Karena belum ditemukan vaksin untuk mencegah scrub typhus, maka cara terbaik untuk mencegah jenis tifus tersebut adalah dengan menghindari kontak dengan tungau yang terinfeksi. Bila akan bepergian ke daerah endemis tifus semak, usahakan untuk hindari bermain atau pergi ke tempat yang banyak tumbuhan dan semak-semak di mana tungau bisa ditemukan.

Oleskan obat nyamuk sesuai petunjuk pemakaian, dan kenakan pakaian yang menutup permukaan kulit, demikian saran CDC dan Emedicine Health. (BS)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s