Berandasehat.id – Tahun ini, Kalbe Farma bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melakukan seleksi 282 judul penelitian oleh Dewan Juri RKSA 2021. Dewan juri memberi perhatian khusus kepada penelitian yang mengarah pada penanganan Covid-19. 

Prof. Dr. Amin Subandrio (dok. berandasehat.id)

Hal itu diungkapkan Ketua Dewan Juri RKSA 2021 Prof. Dr. Amin Subandrio, PhD, Sp.MK dalam temu media terkait program apresiasi pada penelitian berbasis kesehatan Ristek/BRIN Kalbe Science Award (RKSA) 2021.

“Tidak berarti penelitian lain diabaikan, karena banyak juga penelitian bagus seperti stem cell, penggunaan bahan alam untuk membantu penanganan Covid-19, makanan sehat dan bahan pangan bergizi untuk anak-anak stunting,” ujar Prof Amin dalam temu media virtual, Kamis (2/9).

Proses penyelenggaraan RKSA 2021 melalui beberapa tahap, yakni tahap penerimaan pra proposal Jan – April, penilaian pra proposal Mei – Juni. Tahap berikutnya, penerimaan proposal pada Juli, penilaian proposal Agustus dan pengumuman proposal penelitian yang akan menerima dana penelitian pada September 2021.

Setiap penelitian yang terpilih untuk menerima pendanaan riset RKSA akan dilakukan pemantauan secara berkala sesuai milestone proposal masing-masing oleh dewan juri dan unit bisnis Kalbe yang terkait. Dengan demikian, diharapkan hasil penelitian ini dapat segera dihilirisasi menjadi produk atau layanan yang dapat dinikmati oleh masyarakat.

Ketua Ristek/BRIN Kalbe Science Award 2021 Seimtiarti Wijaya, mengatakan melalui hilirisasi penelitian ini diharapkan akan berkontribusi positif dalam peningkatan layanan kesehatan bagi masyarakat dan peningkatan nilai ekonomi nasional.

Ada 9 proposal telah dipilih oleh para dewan juri dari perwakilan RISTEK/BRIN, Akademisi, BPOM dan Kalbe Group melalui tahapan pra proposal penelitian pada 25 Juni dan seleksi proposal penelitian 26 Agustus 2021.

Seimtiarti mengatakan, seleksi kandidat penerima dana didasarkan pada kesiapan produk dan pasar ditinjau dari keunggulan terhadap produk serupa atau sama dan manfaatnya bagi pengguna; kombinasi Technology Readiness Level (TRL) dan Demand Readiness Level (DRL); kesesuaian antara metodologi riset dengan tujuan penelitian; kesesuaian antara anggaran (RAB) dengan tujuan penelitian dan kesesuaian antara timeline dengan tujuan penelitian.

Kandidat penerima dana RKSA 2021 adalah :

1. Alex Lukmanto Suherman dengan judul penelitian Pengembangan Rapid Test Kit Berbasis Single-Entity Electrochemistry (SEE) Untuk Deteksi Covid-19 Di Saliva.

2. Bintang Soetjahjo dengan judul penelitian Efektivitas Pemberian Terapi Media Terkondisi Sel Punca Mesenkimal Tali Pusat Allogenik pada Pasien Osteoarthritis Sendi lutut.

3. David S. Perdanakusuma dengan judul penelitian Efektivitas Umbilical Cord Mesenchymal Stem Cell-Secretome (UCMSC-S) Gel Terhadap Percepatan Reepitelisasi Luka.

4. Prof. Dr. dr. H. Djanggan Sargowo, Sp. PD., Sp.JP(K), FIHA, FACC, FCAPC, FESC, FASCC dengan judul penelitian Pengembangan Potensi Β-1,3/1,6-DGlukan Dari Ekstrak Miselia Ganoderma Lucidum Indonesia Dalam Menghentikan Badai Sitokin Sebagai Suplementasi Pengobatan Pasien COVID-19 Bergejala Ringan.

5. Endang Sutriswati Rahayu dengan judul penelitian Prospek Industrialisasi Healthy Snackbar Probiotik Untuk Penderita Diabetes.

6. Heri Suroto dengan judul penelitian Penggunaan Komposit Sel Punca Mesenkimal Dari Jaringan Lemak Dan Selaput Amnion Beku Kering Dalam Menginduksi Regenerasi Aksonal Pada Transfer Saraf Penderita Lesi Pleksus Brakhialis.

7. Ingrid Suryanti Surono dengan judul penelitian Pengaruh Intervensi Gizi Dan Pangan Fungsional Berbahan Baku Pangan Lokal Pada Status Gizi, Imun Dan Profil Mikrobiota Anak Stunting : Mekanisme Molekuler.

8. Ivandini Tribidasari Anggraningrum dengan judul penelitian Perancangan Biosensor SARS-COV2 Spike Glycoprotein Berbasis Reaksi Dengan Umifenovir.

9. Titiek Farianti Djaafar dengan judul penelitian Hilirisasi Susu Kambing Probiotik Bubuk Sebagai Imunostimulan.

Dewan juri RKSA 2021 terdiri dari Prof. Dr. Amin Soebandrio, Ph.D, Sp.MK (Direktur Lembaga Biologi Molekuler Eijkman), Dr. Ir. Bambang Setiadi, IPU (Ketua Dewan Riset Nasional), Dr. Ir. Roy Alexander Sparringa, M.App.SC. (Senior Advisor BPPT), Dr. Lucia Rizka Andalusia, Apt,. M. Pharm, MARS, (Direktur Registrasi Obat Badan Pengawas Obat dan Makanan), dr. Sandy Qlintang (Direktur Stem Cell and Cancer Institute & Pharma Metric Labs PT Kalbe Farma Tbk) dan juga juri kehormatan dari Kementerian Ristek/BRIN dan Pendiri PT Kalbe Farma Tbk Dr. Boenjamin Setiawan, Ph.D. (BS)