Fisioterapi Bantu Pulihkan Pasien Covid-19 dari Gejala Berkepanjangan

Berandasehat.id – Seiriing dengan bertambahnya pengetahuan tentang Long COVID yang dikaji dan dipelajari, jelaslah bahwa fisioterapis kardio pernapasan memiliki peran penting dalam membantu orang pulih dari infeksi virus, demikian menurut spesialis fisioterapi Universitas Otago.

Sarah Rhodes adalah ahli fisioterapi kardio pernapasan, dosen di Fakultas Fisioterapi Universitas Otago dan Sekretaris Fisioterapi Selandia Baru Cardio-Respiratory Special Interest Group (CRSIG).

Dia menjelaskan bahwa fisioterapi kardio pernapasan (kardiorespirasi) internasional telah menjadi pekerja penting yang memberikan perawatan vital di unit perawatan intensif selama pandemi COVID‑19.

“Fisioterapi adalah komunitas yang sangat erat di sini dan secara global. Kami telah mengawasi apa yang terjadi di luar negeri dan melihat munculnya orang-orang yang pernah terpapar COVID, tampaknya telah pulih dan kemudian kambuh, atau tidak pernah benar-benar pulih sepenuhnya,” ujar Rhodes.

“Kami mengenali beberapa efek dari gejala Long COVID sebagai hal yang sangat umum, seperti kelelahan, sesak napas, dan kelemahan otot,” imbuhnya.

Rhodes menyarankan, bagi penyandang Long COVID untuk segera hubungi fisioterapi kardio pernapasan terdekat karena para ahli ini dapat membantu mengatasi gejala tersebut atau meminta dokter untuk merujuk pasien.

Secara garis besar, fisioterapis kardio pernapasan merawat orang dengan kondisi yang mempengaruhi jantung dan paru. Bidang praktik ini mencakup bekerja di unit perawatan intensif, bangsal bedah, dan klinik rehabilitasi, serta di masyarakat yang merawat pasien dengan pernapasan kronis dan kondisi jangka panjang lainnya.

Rhodes dan seluruh komite CRSIG telah bekerja keras di belakang layar selama berbagai fase dan tingkat COVID‑19.

“Kami mulai mengerjakan respons COVID untuk memenuhi kebutuhan anggota CRSIG. Pada dasarnya terdapat pemahaman yang kurang tentang prosedur yang dilakukan fisioterapis dengan pasien akur di rumah sakit sehingga orang tidak menghargai risiko yang mungkin muncul. Dibutuhkan Alat Pelindung Diri yang memadai dalam melakukan pekerjaan ini demi keamanan,” beber Rhodes.

Rhodes menambahkan, pihaknya bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan dalam mengembangkan pedoman nasional untuk fisioterapi pernapasan dan untuk rehabilitasi bagi mereka yang menderita COVID‑19.

“Kami adalah kelompok kecil yang bekerja dengan baik sebagai sebuah tim dan sangat puas dengan kemajuan yang telah dicapai dan perbedaan yang bisa kami buat,” imbuh Rhodes.

Untuk mengantisipasi beban rehabilitasi yang sangat besar jika COVID‑19 mulai berkembang di masyarakat, CRSIG juga telah mengembangkan dan mendistribusikan berbagai materi saran dan rekomendasi kepada dokter umum dan lembaga swadaya masyarakat.

Tim telah meninjau dan mengomunikasikan sejumlah besar data dan temuan penelitian COVID‑19 yang muncul kepada keanggotaan nasionalnya, demikian dilaporkan MedicalXpress. (BS)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s