Berandasehat.id – Ilmuwan Universitas James Cook telah mengembangkan model baru untuk melacak pandemi COVID. Hal ini membuahkan informasi bahwa kini Australia harus memprioritaskan suntikan vaksinasi Pfizer kepada anak-anak berusia 12-40 tahun.

Ahli epidemiologi Profesor Emma McBryde dan ahli matematika Dr. Michael Meehan dari Institut Kesehatan dan Kedokteran Tropis Australia JCU membesut model tersebut, yang ditunjukkan dalam makalah baru di Jurnal Medis Australia.

Profesor McBryde mengatakan model baru ini menggabungkan pencampuran usia tertentu, daya penularan, kerentanan dan tingkat keparahan untuk menilai dampak epidemi di bawah skenario intervensi kesehatan masyarakat yang berbeda.

“Kami telah mendesain alat online yang sederhana dan fleksibel yang sekarang digunakan di seluruh dunia untuk mengembangkan strategi implementasi vaksin. Kami telah membuatnya dan sepenuhnya open-source untuk memungkinkan transparansi dan pemeriksaan terbesar dari metode ini,” kata Profesor McBryde.

Dia mengatakan para ilmuwan menyelidiki dua strategi alternatif untuk distribusi vaksin. Pertama berfokus pada vaksinasi yang rentan (orang berusia 55 tahun ke atas) dan yang kedua memprioritaskan vaksinasi yang paling menular (mereka yang berusia di bawah 55 tahun).

Dia mengatakan pemodelan menunjukkan strategi saat ini memvaksinasi kelompok usia tua yang rentan terlebih dahulu adalah strategi optimal untuk mengurangi rawat inap, kematian dan tahun-tahun kehidupan yang hilang.

Tetapi dia mengatakan ada ketidakpastian dalam ramalan itu, yang paling penting bergantung pada sulitnya menetapkan jumlah reproduksi efektif varian Delta (jumlah orang yang menularkan virus ke satu orang).

“Perkiraan berkisar antara 3 hingga 7. Pada kisaran tengah sebagian besar perkiraan, jumlah reproduksi 5, setidaknya 85 persen populasi – termasuk anak-anak – perlu divaksinasi untuk mencapai kekebalan kawanan,” ujar Profesor McBryde.

“Jadi, rencana saat ini untuk memvaksinasi 80% dari populasi orang dewasa—atau sekitar 65% dari total populasi—jauh dari kekebalan kelompok,” imbuhnya.

Bila angka reproduksinya 3, maka program saat ini dapat mencapai herd immunity pada cakupan 60-70 persen tanpa memvaksinasi anak usia 5-15 tahun. Tapi di sisi lain bila angka reproduksi efektif 7 berarti mencapai kekebalan kelompok dengan vaksin yang ada tidak mungkin.

“Kami tidak mungkin mencapai kekebalan kelompok pada jumlah reproduksi 5 yang paling masuk akal kecuali vaksinasi diperluas ke usia yang lebih muda atau dikombinasikan dengan langkah-langkah lain. Australia sekarang harus memprioritaskan pemberian vaksin Pfizer kepada anak-anak berusia 12-40 tahun,” kata Profesor McBryde. (BS)