Ahli Ingatkan Risiko Terkena Gangren Kandung Empedu pada Penyintas Covid

Berandasehat.id – Sudah lebih dari 1,5 tahun sejak kasus pertama infeksi Covid-19 dilaporkan di sejumlah negara. Para ilmuwan dan peneliti masih menemukan hal-hal baru tentang virus dan efek lanjutan dari infeksi Covid-19 pasca pemulihan. 

Ilustrasi Long Covid

Selain gejala dan penyakit Long Covid, ada juga laporan komplikasi organ vital yang berdampak pada pemulihan Covid. Kini ada laporan baru yang menunjukkan bahwa berkembangnya gangren dapat menjadi komplikasi Covid yang mungkin dialami beberapa orang.

Menurut berita terbaru, dokter di Rumah Sakit Sir Ganga Ram, New Delhi telah memeriksa lima pasien yang mengalami gangren setelah pulih dari infeksi Covid-19. Meskipun kelima pasien ini berhasil dirawat di rumah sakit, semua pasien membutuhkan pembedahan segera untuk mengangkat kandung empedu, karena gangren dapat menjadi faktor risiko yang parah pasca-infeksi penyakit.

Tapi apa sebenarnya gangren kandung empedu itu? Inilah beberapa fakta yang perlu diketahui:

1. Peradangan kandung empedu yang menyebabkan gangren pada pasien COVID yang dilaporkan biasanya terjadi pada orang yang memiliki batu empedu. 

2. Peradangan akut pada orang tanpa batu terlihat jika daya tahan tubuh lemah, orang tersebut mengidap HIV, orang yang mendapat nutrisi melalui infus dalam waktu lama, puasa berkepanjangan, dirawat di ICU lama atau orang tersebut pernah mengalami cedera.

3. Lima pasien yang melaporkan kondisi tersebut tidak menderita salah satu dari kondisi di atas tetapi semuanya pulih dari infeksi Covid-19 dua bulan lalu.

4. Tingkat kematiannya tinggi – 30 persen hingga 60 persen pada orang yang mengalami peradangan kandung empedu tanpa batu karena kondisi yang menyebabkan peradangan pada awalnya. Tapi ini tidak terlihat pada pasien Covid-19. Semua pasien ini sembuh dan kondisinya baik.

Sayangnya, ini bukan pertama kalinya ahli mendengar laporan gangren pasca-Covid. Pada puncak gelombang kedua, ditemukan beberapa kasus gangren pada pasien yang sudah sembuh dari Covid. Namun, yang diwaspadai oleh dokter adalah bahwa risiko gangren dipicu oleh tingginya tingkat peradangan dan serangan yang ditimbulkan oleh virus SARS-COV-2.

Infeksi Covid-19 terutama mempengaruhi paru karena memiliki jumlah reseptor ACE2 tertinggi yang digunakan virus untuk mengikat sel manusia. Setelah paru, saluran pencernaan (saluran empedu, kandung empedu dan struktur terkait) memiliki jumlah reseptor ACE2 tertinggi.

Sel epitel kandung empedu mirip dengan sel saluran empedu dan sangat kaya reseptor ACE2, dan dengan demikian dapat menjadi target virus SARS-CoV-2 atau respons imunologis tubuh yang tidak beraturan terhadap virus yang mengakibatkan peradangan parah pada kandung empedu.

Dokter menyarankan bahwa jika orang dengan riwayat Covid-19 mengalami nyeri di perut kanan atas dan mencurigai adanya peradangan kandung empedu, mereka harus segera memulai pengobatan, demikian dilaporkan Times of India. (BS)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s