Pemanis Buatan Bisa Jadi Bumerang dalam Program Turun Berat Badan, Berikut Alasannya

Berandasehat.id – Sebagian orang mungkin gagal turun berat badan meskipun telah mengganti gula pasir dengan pemanis buatan yang diklaim nol kalori. 

Studi terbaru menemukan mengapa pemanis buatan yang terbuat dari sukralosa gagal membuat pelaku diet turun berat badan. Sebabnya tak lain karena pemanis buatan sebenarnya dapat meningkatkan nafsu makan pada wanita dan orang dengan masalah obesitas/kegemukan.

Produk sukralosa tersedia dalam berbagai bentuk, termasuk bubuk yang banyak digunakan orang sebagai pengganti gula dalam kopi dan minuman lainnya. 

Ilustrasi pemanis buatan sukralosa

Merek umum pemanis buatan yang lazim ditemui di pasar di antaranya Splenda, Zerocal, Sukrana, SucraPlus, Candys, Cukren, dan Nevella. Tetapi sukralosa juga ditemukan dalam produk lain, termasuk soda diet, dan produk versi bebas gula seperti sirup maple, saus salad, dan saus lainnya.

Studi tersebut menemukan bahwa setelah mengonsumsi minuman yang dimaniskan dengan sukralosa dibanding gula, wanita dan orang dengan masalah kegemukan mengalami peningkatan aktivitas di pusat penghargaan otak, dan wanita makan lebih banyak makanan pasca-puasa.

“Kami dapat menunjukkan bahwa wanita dan orang dengan obesitas mungkin lebih sensitif terhadap pemanis buatan,” kata penulis senior Kathleen Page, MD, seorang profesor kedokteran di Universitas Keck School of Medicine, dalam keterangan persnya, dilaporkan WebMD.

“Pada kelompok ini, minum minuman dengan pemanis buatan dapat mengelabui otak agar merasa lapar, yang pada gilirannya dapat menghasilkan lebih banyak kalori yang dikonsumsi,” imbuhnya.

Meskipun banyak orang menggunakan pemanis buatan untuk mencoba menurunkan berat badan, Page mencatat bahwa hal itu masih kontroversial. 

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pemanis buatan mungkin membantu, sementara yang lain menunjukkan bahwa pengganti gula itu mungkin berkontribusi terhadap penambahan berat badan, diabetes tipe 2, dan gangguan metabolisme lainnya.

“Temuan baru itu mungkin sebagian menjelaskan perbedaan-perbedaan sebelumnya,” tuturnya.

Studi teranyar itu juga menyoroti kebutuhan untuk mempertimbangkan jenis kelamin dan indeks massa tubuh dalam penelitian masa depan jenis pemanis ini, demikian menurut studi yang dipublikasikan secara online di JAMA Open, 28 September 2021.

Studi itu dinilai “sangat penting” karena menunjukkan kemungkinan efek pemanis berdasarkan obesitas dan jenis kelamin, demikian ulasan Stephanie Kullmann, PhD, dalam komentar yang menyertainya. 

Kullmann adalah rekan pasca-doktoral di Institute for Diabetes Research and Metabolic Diseases of Helmholtz Zentrum München di Universitas Tübingen, di Jerman.

“Ini menunjukkan bahwa menambahkan pemanis non-nutrisi ke dalam makanan kita untuk meningkatkan rasa manis dapat merusak respons otak terhadap makanan, dengan konsekuensi negatif untuk perilaku makan dan metabolisme, terutama pada wanita,” tuturnya.

Namun, pencarian lebih lanjut diperlukan sebelum dokter dan ahli gizi memberi tahu orang-orang untuk tidak menggunakan pemanis ini.

“Studi saat ini dengan jelas menunjukkan pentingnya mempertimbangkan jenis kelamin dan [obesitas] dalam penelitian masa depan untuk [mampu] memberikan rekomendasi diet yang disesuaikan secara individu untuk manajemen berat badan,” imbuh Kullmann.

Beberapa pertanyaan tetap ada dan membutuhkan jawaban, imbuh John L. Sievenpiper, MD, PhD, profesor di Departemen Ilmu Gizi dan Kedokteran di University of Toronto.

“Apakah sukralosa itu sendiri atau tidak adanya kalori yang menjelaskan temuan ini? Dan pertanyaan yang lebih besar adalah, apakah perbedaan [obesitas] dan jenis kelamin ini diterjemahkan menjadi penambahan berat badan,” beber Sievenpiper.

Tinjauan sistematis dan meta-analisis dari uji klinis yang tersedia dari pemanis rendah dan tanpa kalori termasuk sukralosa menunjukkan bahwa bahan ini dapat menyebabkan penurunan berat badan pada pria dan wanita yang kelebihan berat badan atau obesitas. (BS)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s