Untuk Pertama Kali, WHO Izinkan Distribusi Vaksin Malaria di Afrika

Berandasehat.id – Malaria telah menyerang umat manusia selama ribuan tahun, dan parasit ini sangat mematikan bagi anak-anak dan bayi. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah merekomendasikan vaksin malaria pertama dikerahkan di seluruh Afrika sub-Sahara.

Vaksin RTS,S atau Mosquirix, pertama kali terbukti efektif enam tahun lalu. Vaksin ini dikembangkan oleh GlaxoSmithKline pertama kali lebih dari tiga dekade lalu.

WHO menunda persetujuan karena kerumitan penerapan empat dosis yang diperlukan selama 18 bulan, dan kemanjuran/efikasi vaksin yang relatif rendah (32%). Setelah meninjau program vaksinasi percontohan di Kenya, Ghana, dan Malawi, WHO secara resmi merekomendasikan distribusi/penyebaran vaksin ke seluruh Afrika sub-Sahara.

Di Kenya, 80% bayi yang memenuhi syarat menerima dosis pertama vaksin, dan 41% menerima dosis keempat dan terakhir. Di antara anak-anak yang divaksinasi, kasus malaria berat turun 30%. Diperkirakan bahwa vaksinasi penuh akan menyelamatkan nyawa satu dari setiap 230 anak.

Dirjen WHO Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus menyebutnya sebagai momen bersejarah. “Vaksin malaria yang telah lama ditunggu-tunggu untuk anak-anak adalah terobosan untuk sains, kesehatan anak, dan pengendalian malaria,” ujarnya dikutip Contagion.

Parasit malaria berkembang biak dengan menyusup dan menghancurkan sel-sel darah dan menyebar melalui gigitan nyamuk. Obat-obatan, insektisida, dan kelambu untuk mencegah gigitan nyamuk semuanya telah mengurangi malaria sekitar 45%, tetapi masih menyebabkan 230 juta kasus dan 400.000 kematian per tahun. 

Sebanyak 95% kasus dan kematian malaria terjadi di Afrika, dan anak-anak balita adalah yang paling terkena dampaknya.

Ada lebih dari 100 jenis parasit malaria, tetapi RTS,S melindungi terhadap Plasmodium falciparum, parasit malaria paling mematikan dan paling umum di Afrika.

Glaxo berencana untuk mentransfer produksi vaksin ke Bharat Biotech di India pada tahun 2028. Sampai saat itu, perusahaan telah berjanji untuk mengirimkan minimal 15 juta dosis setiap tahun.

Dr. Kwame Amponsa-Achiano, kepala program percontohan vaksin di Ghana, sangat optimis dengan peluncuran tersebut. “Ini adalah momen yang cukup menarik bagi kami, dengan vaksinasi skala besar saya yakin jumlah korban malaria akan berkurang hingga tingkat yang paling minimum,” ujarnya. (BS)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s