Berandasehat.id – Sebuah studi yang dipimpin oleh University of Birmingham telah mengungkapkan untuk pertama kalinya bahwa pil kontrasepsi dapat mengurangi risiko diabetes tipe 2 lebih dari seperempat pada wanita dengan sindrom ovarium polikistik (PCOS).

Temuan juga menunjukkan bahwa wanita dengan PCOS memiliki risiko dua kali lipat terkena diabetes tipe 2 atau pra-diabetes (disglikemia) – menyoroti kebutuhan mendesak untuk menemukan perawatan guna mengurangi risiko ini.

Selain risiko diabetes tipe 2, PCOS – yang memengaruhi 10% wanita di seluruh dunia – juga dikaitkan dengan sejumlah kondisi lain dalam jangka panjang, seperti kanker endometrium, penyakit kardiovaskular, dan penyakit hati berlemak yang tidak terkait dengan alkohol (NAFLD).

Gejala PCOS di antaranya ditandai dengan haid tidak teratur atau tidak ada periode sama sekali – yang dapat menyebabkan masalah kesuburan, dan banyak yang menderita pertumbuhan rambut yang tidak diinginkan (dikenal sebagai ‘hirsutisme’) di wajah atau tubuh, rambut rontok di kulit kepala, dan kulit berminyak atau jerawat. Gejala ini disebabkan oleh tingginya kadar hormon yang disebut androgen dalam darah wanita dengan PCOS.

Wanita dengan PCOS juga sering berjuang dengan penambahan berat badan dan sel-sel dalam tubuh mereka sering kali kurang responsif terhadap insulin, yakni hormon yang memungkinkan tubuh menyerap glukosa (gula darah) ke dalam sel untuk energi. 

Berkurangnya respons terhadap insulin ini dapat menyebabkan peningkatan kadar glukosa darah dan dapat menyebabkan tubuh membuat lebih banyak insulin, yang pada gilirannya menyebabkan tubuh membuat lebih banyak androgen. Androgen selanjutnya meningkatkan kadar insulin, sehingga mirip lingkaran setan tak ada ujung.

Tim ilmuwan yang dipimpin Universitas Birmingham melakukan dua penelitian untuk mengidentifikasi risiko diabetes tipe 2 dan pra-diabetes pada wanita dengan PCOS. Tujuan kedua untuk menyelidiki dampak penggunaan kontrasepsi oral kombinasi, sering disebut sebagai ‘pil’ pada risiko diabetes tipe 2 dan pra-diabetes pada wanita dengan PCOS. 

Pil kontrasepsi sering diberikan kepada wanita dengan PCOS untuk meningkatkan keteraturan perdarahan menstruasi.

Menggunakan catatan medis pasien Inggris dari 64.051 wanita dengan PCOS dan 123.545 wanita kontrol tanpa PCOS, mereka pertama kali melakukan studi kohort berbasis populasi besar untuk menganalisis risiko diabetes tipe 2 dan pra-diabetes. 

Studi menemukan bahwa wanita dengan PCOS dua kali berisiko diabetes tipe 2 atau pra-diabetes, dibandingkan dengan mereka yang tidak PCOS. Tim peneliti juga mengidentifikasi hirsutisme (pertumbuhan rambut yang berlebihan) – tanda klinis kadar androgen yang tinggi – sebagai faktor risiko yang signifikan untuk diabetes tipe 2 dan pra-diabetes di antara wanita dengan PCOS.

Untuk menyelidiki dampak pil pada diabetes tipe 2 atau pra-diabetes, para peneliti — termasuk para ahli di Universitas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan RCSI — kemudian melakukan studi kontrol kasus lebih lanjut terhadap 4.814 wanita dengan PCOS. 

Para ilmuwan menemukan bahwa penggunaan kontrasepsi oral kombinasi mengurangi kemungkinan mengembangkan diabetes tipe 2 dan pra-diabetes pada wanita dengan PCOS sebesar 26 persen.

Para peneliti dalam studi yang dipublikasikan di Diabetes Care, kini berencana untuk melakukan uji klinis guna membuktikan lebih lanjut temuan mereka dengan harapan akan mengarah pada perubahan dalam kebijakan perawatan kesehatan global.

Rekan penulis senior Profesor Wiebke Arlt, Direktur Institut Metabolisme dan Penelitian Sistem Universitas Birmingham, mengatakan tim peneliti tahu dari penelitian sebelumnya yang lebih kecil, bahwa wanita dengan PCOS memiliki peningkatan risiko diabetes tipe 2. 

“Namun, yang penting tentang penelitian ini adalah bahwa kami telah mampu memberikan bukti baru dari studi berbasis populasi yang sangat besar untuk menunjukkan untuk pertama kalinya bahwa kami memiliki pilihan pengobatan potensial—kontrasepsi oral kombinasi—untuk mencegah risiko kesehatan yang sangat serius ini,” pungkasnya. (BS)