Berandasehat.id – Administrasi Obat dan Makanan AS (FDA) telah mengesahkan penggunaan vaksin COVID-19 Pfizer untuk anak-anak usia 5 hingga 11 tahun, yang berarti vaksin dapat tersedia untuk anak-anak usia sekolah dasar mulai minggu depan.

Putusan ini membawa keluarga dengan anak kecil selangkah lebih dekat untuk melanjutkan aktivitas normal mereka, dan diharapkan akan membantu memperlambat penularan virus corona di AS.

Otorisasi FDA yang disahkan Jumat (29/10), memicu pengiriman jutaan dosis vaksin Pfizer ke dokter anak, dokter praktik keluarga, rumah sakit anak, pusat kesehatan masyarakat, dan apotek.

Selanjutnya, panel ahli yang dikenal sebagai Komite Penasihat Praktik Imunisasi, atau ACIP, akan bertemu pada Selasa pekan ini untuk memberikan suara pada rekomendasi penggunaan vaksin.

Segera setelah direktur CDC menandatangani rekomendasi tersebut, anak-anak bisa mendapatkan suntikan, mungkin paling cepat Rabu depan.

Vaksin Pfizer untuk anak-anak dosisnya 10 mikrogram, atau sepertiga dari dosis yang diberikan kepada remaja dan orang dewasa. Anak-anak mendapatkan dua dosis vaksin dengan selang waktu 3 minggu. 

Dalam uji klinis, efek samping yang paling umum adalah rasa sakit di tempat suntikan, kelelahan, dan sakit kepala. Efek samping ini ringan dan menghilang dengan cepat. Tidak ada efek samping serius yang terdeteksi dalam penelitian, yang mencakup sekitar 3.100 anak. Dalam sebuah penelitian, vaksin itu 90% efektif mencegah infeksi COVID-19 dengan gejala pada anak kecil.

Terdapat sekitar 28 juta anak di AS antara usia 5 dan 12 tahun.

“Sebagai seorang ibu dan dokter, saya tahu bahwa orang tua, pengasuh, staf sekolah, dan anak-anak telah menunggu izinini. Memvaksinasi anak-anak yang lebih muda terhadap COVID-19 akan membawa kita lebih dekat untuk kembali ke rasa normal,” ujar Komisaris FDA Janet Woodcock, MD, dalam keterangan tulisnya.

“Evaluasi kami yang komprehensif dan ketat terhadap data yang berkaitan dengan keamanan dan efektivitas vaksin akan membantu meyakinkan orang tua dan wali bahwa vaksin ini memenuhi standar tinggi kami,” katanya.

Sejak awal pandemi, setidaknya ada 1,9 juta kasus COVID-19 pada anak-anak usia 5 hingga 11 tahun. Setidaknya sepertiga dari anak-anak yang dirawat di rumah sakit karena infeksi tidak memiliki kondisi medis sebelumnya/komorbid/penyakit penyerta.

FDA juga menyetujui perubahan pembuatan vaksin, yang tidak mempengaruhi profil keamanan suntikan, kata Peter Marks, MD, yang mengarahkan Pusat Evaluasi dan Penelitian Biologi FDA.

Perubahan tersebut membuat vaksin lebih stabil pada suhu lemari es untuk jangka waktu yang lebih lama, kata Marks. “Jika saya memiliki anak dalam kelompok usia ini, saya tidak akan ragu, untuk sesaat, memberi anak saya salah satu dari vaksin ini,” kata Marks.

Marks mengatakan perusahaan masih mempelajari penggunaan vaksin pada anak-anak bahkan pada anak-anak yang lebih muda dan bahwa vaksin COVID-19 kemungkinan tersedia beberapa bulan lagi untuk anak-anak di bawah 5 tahun, demikian dilaporkan WebMD. (BS)