Berandasehat.id – Kanker adalah penyakit katastropik yang tidak dapat diatasi sendiri oleh pasien, sehingga negara harus hadir. Ketua PERHOMPEDIN (Perhimpunan Hematologi Onkologi Medik) Jakarta, Dr. Ronald Hukom, SpPD, KHOM,  menyampaikan mengenai tantangan yang dihadapi oleh klinisi/dokter dan pasien dalam penatalaksanaan kanker. 

“Hak semua pasien kanker dalam Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) adalah mendapatkan kualitas pelayanan kanker yang baik, setara dengan berbagai contoh yang dapat dilihat di negara lain,” ujar Ronald di acara diskusi virtual yang dihelat Indonesian Cancer Information and Support Center Association (CISC), organisasi pasien dan relawan kanker, baru-baru ini.

Ronald menyebut, konsensus American Society of Clinical Oncology (ASCO) dan European Society for Medical Oncology (ESMO) tahun 2006 menekankan perlunya kerja sama multidisiplin dalam pengobatan kanker. “Perlu dipastikan ada kerja multidisiplin yang optimal (dengan fokus pada keamanan pasien/patient-safety) untuk penanganan kanker di berbagai strata rumah sakit,” ujarnya.

Spesialis onkologi medik itu menambahkan, sebagian besar pasien kanker datang di rumah sakit sudah dalam stadium lanjut, dan sering memerlukan obat yang sangat mahal. 

Pasien harus menerima informasi yang memadai tentang penyakit mereka, kemungkinan intervensi, dan manfaat serta risiko yang diketahui dari pilihan pengobatan tertentu. “Masalah-masalah ini harus didiskusikan dengan petugas kesehatan yang berkualifikasi, yang berkomitmen untuk menjawab pertanyaan pasien secara langsung,“ imbuh Ronald.

Masalah kanker bukan hanya dari bidang ekonomi, tetapi juga dari sisi kemanusiaan dan keamanan tindakan yang dipilih, mencakup penetapan diagnosis dan stadium, operasi yang khusus oleh ahli bedah yang terlatih dan kompeten, radiasi, serta pemakaian berbagai macam obat kanker dan kombinasinya oleh para ahli onkologi medik. 

Kementerian Kesehatan dan BPJS Kesehatan juga perlu memiliki sistem pengawasan (audit) yang tepat dalam menjamin mutu pelayanan yang diterima penderita kanker, agar tetap efektif dan efisien. Ini termasuk audit indikasi pemberian berbagai obat kanker ‘mahal’ dalam program JKN di berbagai RS oleh BPJS Kesehatan sejatahun 2014.

Pada kesempatan yang sama, dr. Ario Djatmiko, SpB (K) Onk, Dewan Pengawas RS. Kanker Dharmais menyampaikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan penyakit kanker adalah masalah kesehatan utama di dunia. Alasannya, kanker adalah penyakit katastropik yang membawa penderitaan umat manusia. 

“Keberhasilan negara maju menurunkan angka kematian kanker adalah buah kerja sama yang optimal antara pemerintah, LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) dan penyedia layanan kesehatan yang menangani kanker secara terintegrasi lintas sektoral dengan strategi yang benar tata cara yang cermat sesuai dengan perjalanan penyakit kankernya,” ujar Ario.

Karenanya, untuk memenuhi hak pasien kanker, maka pengendalian kanker perlu menjadi program prioritas dan dialokasikan pembiayaan yang memadai untuk pengobatan kanker sesuai standar medis di dalam program JKN. 

Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar menambahkan, kanker bukan semata vonis mati, pasien berhak mendapatkan pelayanan kesehatan berkualitas, kesempatan bisa produktif dan berkontribusi bagi negara. (BS)