Berandasehat.id – Spesialis alergi dan dokter anak telah merekomendasikan sejak 2017 bahwa orang tua sebaiknya mulai memperkenalkan produk kacang pada saat anak mereka mulai makan makanan padat (MPASI) untuk mencegah alergi kacang. 

Sebuah studi baru yang dipresentasikan pada Pertemuan Ilmiah Tahunan American College of Allergy, Asthma and Immunology (ACAAI) tahun ini mengungkapkan bahwa pengenalan telur dini dikaitkan dengan penurunan alergi telur.

“Kami memeriksa data makanan bayi dan alergi makanan sejak lahir hingga 6 tahun, dikumpulkan oleh 2237 survei orang tua dalam Studi Praktik Pemberian Makan Bayi II yang dilakukan oleh CDC dan US-FDA,” kata ahli Alergi dan Imunologi Giulia Martone, MD, anggota ACAAI dan penulis utama studi. 

Ilustrasi telur dan salmon

Sebanyak 1379 peserta memiliki data alergi makanan lengkap hingga 6 tahun. “Kami menemukan bahwa anak-anak yang tidak diberi telur selama 12 bulan lebih mungkin mengalami alergi telur pada usia 6 tahun,” ujarnya

Sebanyak 14 anak dari 2237 survei (0,6%) dilaporkan alergi telur pada satu tahun dan 11 dari 1379 survei (0,8%) memiliki alergi telur pada 6 tahun. Anak dengan alergi telur pada usia 1 tahun hingga 6 tahun memiliki frekuensi konsumsi telur yang lebih sedikit pada usia 5, 6, 7 dan 10 bulan.

“Alergi telur adalah alergi makanan kedua yang paling umum di seluruh dunia,” kata Xiaozhong Wen, MD, Ph.D., penulis senior dan peneliti utama studi tersebut. 

“Bukti saat ini menunjukkan bahwa pengenalan awal telur selama masa bayi, diikuti dengan pemberian makan yang konsisten dan sering, tampaknya melindungi terhadap perkembangan alergi telur. Kami masih menyelidiki waktu optimal pengenalan telur bayi dan frekuensi pemberian makan,” pungkasnya dilaporkan MedicalXpress. (BS)