Berandasehat.id – Pemenang lomba karya sains tingkat sekolah dasar Kalbe Junior Scientist Award (KJSA) 2021 telah terpilih. Lomba karya sains yang telah diselenggarakan Kalbe sejak 2011, telah menetapkan 3 pemenang terunggul dan satu pemenang terfavorit.
Lomba karya sains bertajuk ‘Science Experience at Home’ diselenggarakan untuk mendorong siswa-siswa sekolah dasar untuk menciptakan karya sains sederhana yang berhubungan dengan lingkungan mereka sehari hari, terutama dari aspek kesehatan mengingat saat ini dalam situasi pandemi COVID-19.

“Komitmen Kalbe untuk selalu menciptakan inovasi berbasis pengembangan riset dan ilmu pengetahuan kami tularkan juga kepada scientist cilik di seluruh Indonesia dengan menumbuhkan kecintaan kepada mereka akan ilmu pengetahuan sejak dini lewat KJSA ini,” ujar Presiden Direktur PT Kalbe Farma Tbk., Vidjongtius.
Dia berharap melalui KJSA anak-anak sebagai generasi penerus bangsa dapat terdorong agar selalu berpikir kritis, menumbuhkan rasa ingin tahu dan mengembangkan budaya inovasi dan kompetisi yang baik di sekolah-sekolah, serta ke depannya dapat merangsang inovasi dan kompetisi juga di sekolah.
Berikut daftar pemenang KJSA 2021:
Juara 1, Adelia Shovia Putri dan Dania Azra Nazifa, dengan karya ‘Oksibraille’ dari SD Muhammadiyah Manyar Gresik, Jawa Timur, mendapatkan hadiah uang tunai sebesar Rp10 juta beserta Rp2 juta untuk pendamping.
Juara 2, Ngurah Bagus dan Ananda Puja, dengan karya ‘Kompres Digital Pereda Demam’ dari SD Saraswati 3 Denpasar. Bali, mendapatkan hadiah uang tunai sebesar Rp7,5 juta beserta Rp2 juta untuk pendamping.
Juara 3, Ferdian Affandi Budiansyah, dengan karya ‘Keset Clean and Clear’ dari SDN Ngadirgo 03 Semarang, Jawa Tengah mendapatkan hadiah uang tunai sebesar Rp5 juta beserta Rp2 juta untuk pendamping.
Pemenang terfavorit KJSA 2021 adalah Ngurah Bagus Raditya dan Ananda Puja dari SD Saraswati 3 Denpasar, Bali, mendapatkan uang tunai Rp2,5 juta.
Seleksi karya program KJSA 2021 ini dilakukan secara tiga tahap yaitu tahap pertama pemilihan 144 karya yang masuk dari seluruh anak-anak SD di Indonesia pada Oktober. Kemudian tahap selanjutnya adalah pembuatan karya dan tahap terakhir, 10 finalis mempresentasikan karya sainsnya di hadapan dewan juri awal November 2021.
Dari hasil presentasi itulah, dewan juri menentukan 3 pemenang terunggul. Sedangkan penilaian pemenang favorit dilakukan secara online di Instagram KJSA berdasarkan voting dan komentar terbanyak.
“Ini agak di luar dugaan karena di masa-masa pandemi, di mana kita susah bertemu dan sekolah dari rumah semua, ternyata peneliti-peneliti muda ini masih aktif melakukan penelitian sehingga banyak karya-karya yang masuk ke kami dan sangat kreatif,” ujar Pre Agusta Siswantoro selaku Ketua Dewan Juri KJSA 2021.
“Dan yang lebih penting lagi karya-karya itu menjawab apa yang ada di sekitar adik-adik kita, sangat care dengan orang-orang yang ada di sekitar yang butuh perhatian lebih dan ini sangat istimewa karena selain peka terhadap sekeliling tapi juga peka terhadap lingkungan, orang tua, lansia, adik dan tuna netra,” tandasnya.
Susunan dewan juri dari KJSA 2021 yaitu Pre Agusta Siswantoro selaku Consultant External Relation PT Kalbe Farma Tbk.; M. Syachrial Annas selaku Direktur PP-IPTEK; Theresia Ningsi Astuti selaku Koordinator Pengembangan Kemitraan Infrastruktur Riset dan Inovasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN); Abdul Mukti selaku Pengembang Teknologi Pembelajaran Muda Direktorat Sekolah Dasar – Kemendikbud dan Sonya Hellen perwakilan jurnalis.
Untuk diketahui, KJSA adalah program lomba karya sains untuk siswa tingkat Sekolah Dasar (SD) di seluruh Indonesia. Program ini diadakan setiap tahun, dimulai sejak tahun 2011 sampai sekarang. (BS)