Berandasehat.id – Otoritas obat-obatan Uni Eropa sedang mengevaluasi obat baru untuk merawat pasien COVID-19 yang tidak memerlukan oksigen ekstra tetapi berisiko lebih tinggi mengembangkan gejala penyakit yang parah.

Xevudy, yang dikembangkan oleh perusahaan Amerika, Vir Biotechnology Inc. dan GlaxoSmithKline yang berbasis di Inggris, adalah pengobatan antibodi monoklonal, yakni antibodi pemblokir virus versi laboratorium yang membantu melawan infeksi.

Perawatan antibodi tetap menjadi salah satu dari segelintir terapi yang dapat menumpulkan efek terburuk COVID-19, dan itu adalah satu-satunya pilihan yang tersedia untuk orang dengan kasus ringan hingga sedang yang tidak dirawat di rumah sakit.

Badan regulasi obat Eropa mengatakan telah mulai mengevaluasi aplikasi untuk izin edar dan dapat mengeluarkan pendapat dalam waktu dua bulan, jika data yang diajukan dengan aplikasi tersebut cukup kuat.

Komite obat badan tersebut telah meninjau beberapa data tentang Xevudy selama tinjauan bergulir. Data berasal dari penelitian laboratorium dan hewan, dan termasuk informasi tentang kualitas obat.

Pengumuman itu muncul seminggu setelah European Medicines Agency r merekomendasikan otorisasi dua perawatan antibodi monoklonal lainnya, yakni kombinasi casirivimab dan imdevimab, dan obat regdanvimab. Dikatakan keduanya terbukti secara signifikan mengurangi risiko rawat inap dan kematian pada pasien yang rentan terhadap COVID-19 serius, demikian dilaporkan MedicalXpress. (BS)