Berandasehat.id – “Kolesterol saya terlalu tinggi,” jelas seorang pasien yang masih berusia di kisaran 40an. “Tapi saya tak bisa menolaknya. Ini turun temurun.” 

Dia benar. Jenis kolesterolnya yang tinggi disebut familial hypercholesterolemia (FH), yaitu semacam cacat genetik bawaan yang menyebabkan jumlah kolesterol LDL (jahat/berbahaya) yang tidak normal menumpuk di aliran darah. Kondisi ini cukup umum, mempengaruhi sekitar 1 dari setiap 200 hingga 250 orang di seluruh dunia.

Apa masalahnya? Menurut Familial Hypercholesterolemia Foundation, seseorang dengan kelainan ini 20 kali lebih mungkin mengembangkan penyakit jantung, serangan jantung, dan stroke pada usia lebih dini daripada populasi umum. Ini mempengaruhi pria dan wanita sama kuat, bahkan dapat menyerang anak-anak.

Ilustrasi kacang mete (dok. istimewa)

Obat-obatan seperti statin yang membantu menurunkan kolesterol dalam darah adalah pengobatan lini pertama untuk kondisi ini. Lantas apakah intervensi nutrisi diperlukan atau efektif untuk mengatasi kecenderungan kolesterol tinggi yang diturunkan ini? Kurang lebih begitu.

Terapi nutrisi bersama dengan olahraga umumnya apat mencegah atau menunda komplikasi penyakit lebih lanjut. 

Berikut adalah beberapa pedoman yang bisa diikuti untuk ‘menjinakkan’ kadar kolesterol tinggi yang diturunkan dalam keluarga:

1. Konsumsi makanan rendah lemak jenuh

Sementara peran lemak jenuh dan penyakit jantung masih kontroversial, para peneliti tahu bahwa lemak jenuh cenderung menghasilkan lebih banyak peradangan dalam tubuh. Lemak jenuh juga dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL dalam darah. 

Karena pengobatan untuk kolesterol tinggi yang diturunkan adalah untuk mengurangi peradangan dan mencegah akumulasi kolesterol LDL dalam darah, mungkin sebaiknya pasien dengan hiperkolesterolemia turunan menghindari jumlah asupan lemak jenuh berlebih, saran Amy Reisenberg, MS, RDN, yang merawat pasien jantung di Rumah Sakit Universitas Stanford.

2. Penuhi asupan makanan antiperadangan

Penyakit jantung disebabkan oleh peradangan di dalam arteri dan beberapa makanan mengandung zat yang dapat menenangkan kondisi ini. Makanan anti-peradangan yang sudah kita kenal termasuk buah utuh, sayuran, bawang putih dan teh. Ikan air dingin berlemak seperti salmon, tuna, dan sarden juga kaya akan lemak omega-3 antiperadangan. Reisenberg menyarankan pasiennya untuk makan 3 sampai 4 ons ikan setidaknya dua kali seminggu.

3. Andalkan kacang

Kacang-kacangan menyediakan jumlah lemak sehat yang baik – yang dipandang tidak mendorong kenaikan kolesterol LDL. Pangan nabati ini juga rendah lemak jenuh yang berbahaya. Contoh makanan rendah lemak jenuh di antaranya biji bunga matahari, almond, hazelnut, kacang pinus, pistachio, walnut, pecan dan kacang tanah. 

Namun, beberapa kacang mengandung lemak jenuh lebih tinggi sehingga jumlahnya harus dibatasi, di antaranya kacang brazil, macadamia dan kacang mete.

Memang benar kita tidak bisa mengubah apa yang kita warisi. Tetapi seperti yang pernah dikatakan orang bijak, ingatlah ini: Genetika memuat senjata, gaya hidup menarik pelatuknya. (BS)