Berandasehat.id – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan varian Omicron saat ini sudah terdeteksi di setidaknya 89 negara, dan kasus COVID-19 yang melibatkan varian tersebut berlipat ganda setiap 1,5 hingga 3 hari di tempat-tempat dengan transmisi komunitas dan bukan hanya infeksi yang didapat di luar negeri.

“Keuntungan pertumbuhan substansial Omicron atas varian Delta berarti kemungkinan akan segera menyusul Delta sebagai bentuk dominan virus di negara-negara di mana varian baru menyebar secara lokal,” menurut keterangan lembaga dunia tersebut.

WHO mencatat bahwa Omicron menyebar dengan cepat bahkan di negara-negara dengan tingkat vaksinasi tinggi atau wilayah yang sebagian besar populasinya telah memiliki kekebalan terhadap COVID.

Ilustrasi virus corona (dok. istimewa)

“Masih belum jelas apakah pertumbuhan kasus Omicron yang cepat adalah karena varian baru ini sukses menghindari kekebalan yang ada, secara inheren lebih menular daripada varian sebelumnya, atau kombinasi keduanya,” ujar WHO.

Pertanyaan besar lainnya tentang Omicron masih belum terjawab, termasuk seberapa efektif vaksin COVID-19 yang ada untuk melawannya. Data konklusif juga belum ada tentang bagaimana omicron sakit membuat pasien COVID-19, kata badan kesehatan itu.

WHO pertama kali melabeli Omicron sebagai varian yang mengkhawatirkan (variant of concern)  pada 26 November 2021. (BS)