Berandasehat.id – Varian virus corona B.1.1.7 (juga dikenal sebagai Alpha) – yakni yang memiliki kategori sebagai varian yang mengkhawatirkan, setara dengan Delta dan Omicron – mungkin lebih menular karena mengandung mutasi yang membuatnya lebih beradaptasi untuk menggagalkan sistem kekebalan bawaan dalam waktu cukup lama yang memungkinkan virus bereplikasi dan berpotensi menemukan inang baru, menurut sebuah studi di BioRxiv.

Dalam studi yang belum ditinjau oleh rekan sejawat, para peneliti di UCSF, bekerja sama dengan rekan-rekan di University College, London, membiakkan sel-sel dari jalur pernapasan manusia dan menginfeksi mereka dengan varian tersebut. 

Ilustrasi virus corona (dok. istimewa)

Studi menemukan bahwa sel menghasilkan sangat sedikit interferon, protein yang memicu pertahanan kekebalan.

Selain itu, tim menemukan bahwa sel paru yang terinfeksi menghasilkan sejumlah besar protein virus yang diproduksi oleh gen yang dikenal sebagai Orf9b. “Protein virus dalam jumlah besar ini dapat memiliki efek signifikan pada manusia yang menjadi tuan rumah virus,” kata Nevan Krogan, Ph.D., direktur Institut Biosains Kuantitatif UCSF dan penulis senior studi tersebut.

Dalam studi sebelumnya, Krogan menemukan bahwa protein yang diproduksi oleh Orf9b berikatan dengan protein manusia di dalam sel, meredam sinyal yang memicu pelepasan interferon dan molekul kekebalan lainnya di SARS-CoV-1, virus yang bertanggung jawab atas epidemi SARS pertama. 

Dengan menghentikan respons imun awal tubuh, virus ‘membeli waktu’ untuk memperdalam infeksi pada inangnya serta meningkatkan peluangnya untuk ditularkan ke orang lain.

“Mengidentifikasi jalur kunci dan protein yang bertanggung jawab atas peningkatan penularan varian ini mengarahkan kita ke target obat potensial,” kata Krogan seraya menambahkan pengetahuan itu memiliki implikasi penting untuk pengelolaan pandemi yang sedang berlangsung.(BS)