Berandasehat.id – Anak-anak di bawah 5 tahun yang masuk rumah sakit telah mencapai puncaknya sejak awal pandemi, menurut data baru dari Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC).

Di Amerika Serikat, usia di bawah 5 tahun saat ini belum mendapatkan lampu hijau untuk suntikan vaksinasi COVID-19.

Direktur CDC Rochelle Walensky, mengatakan angka yang lebih tinggi itu menunjukkan pentingnya vaksinasi untuk semua kelompok yang memenuhi syarat. “Ini adalah jumlah rawat inap anak tertinggi yang pernah kami lihat selama pandemi, yang kami katakan tentang Delta sejauh ini,” katanya pada pengarahan CDC Jumat lalu. 

Ilustrasi virus corona (dok. istimewa)

“Mungkin saja ada lebih banyak kasus di luar sana, dan anak-anak kita lebih rentan ketika mereka memiliki lebih banyak kasus di sekitarnya,” imbuh Walensky dikutip WebMD.

Meskipun jumlah anak-anak balita yang masuk rumah sakit meningkat, namun rawat inapnya masih relatif rendah. Tingkat rawat inap untuk anak di bawah 5 tahun adalah 4 dari 100.000, dan sekitar 1 dari 100.000 pada anak berusia 5-17 tahun.

Walensky mengatakan tidak semua anak dirawat di rumah sakit karena COVID-19. Beberapa anak dirawat karena masalah yang tidak terkait, atau dites positif tetapi tidak memiliki gejala.

“Kami masih mempelajari lebih lanjut tentang tingkat keparahan Omicron pada anak-anak,” katanya seraya menekankan lebih dari 50% anak-anak berusia 12-18 tahun divaksinasi lengkap, sementara hanya 16% dari mereka yang berusia 5-11 tahun yang divaksinasi lengkap.

Telekonferensi Jumat pekan lalu adalah pengarahan CDC pertama dalam beberapa bulan dan datang setelah pembaruan pedoman baru-baru ini untuk pengujian dan isolasi yang telah membuat publik Amerika tercengang. 

Ketika ditanya mengapa briefing diadakan, Walensky mengatakan ada minat masyarakat untuk mendengar lebih banyak dari CDC. “Saya mengantisipasi ini akan menjadi yang pertama dari banyak briefing,” kilah Walensky.

Dia juga membela perubahan pedoman yang membingungkan masyarakat, dengan mengatakan situasi ini belum pernah dialami, khususnya terkait kecepatan penyebaran Omicron. “Ini sulit, dan saya berkomitmen untuk terus berbenah, kami belajar lebih banyak tentang sains dan mengomunikasikannya kepada khalayak,” tandas Direktur CDC. (BS)