Berandasehat.id – Vaksinasi tidak hanya efektif mencegah remaja tidak dirawat di rumah sakit karena COVID-19, tetapi juga efektif mencegah mereka mengalami sakit parah sehingga mereka harus tinggal di unit perawatan intensif (ICU) atau menerima dukungan hidup, demikian menurut sebuah laporan terkini yang dipublikasikan di New England Journal of Medicine.

Ada variasi besar dalam arti dirawat di rumah sakit, kata Elizabeth Mack, M.D., Kepala Divisi Pediatric Critical Care Medicine dan juru bicara American Academy of Pediatrics, sebagai peneliti utama di MUSC Children’s Health untuk studi Mengatasi COVID-19, serta penulis laporan baru. 

“Vaksin, termasuk vaksin COVID-19, bertujuan untuk mencegah penyakit serius dan kematian, dan kami kini memiliki bukti pada anak-anak bahwa vaksin COVID-19 telah melakukan apa yang seharusnya mereka lakukan,” terang Mack.

Ilustrasi vaksinasi Covid-19 (dok. istimewa)

Studi tersebut membandingkan 445 pasien COVID-19 di 31 rumah sakit yang berlokasi di 23 negara bagian dengan 777 pasien yang tidak mengidap COVID-19. Semua pasien berusia antara 12 dan 18 tahun.

“Vaksin itu 98% efektif melawan penyakit COVID yang membutuhkan perawatan ICU dan 98% efektif melawan penyakit COVID yang membutuhkan bantuan untuk hidup,” kata Mack.

Dari 180 remaja yang dirawat di ICU, hanya dua yang telah divaksinasi, menurut laporan itu. Tak satu pun dari 13 remaja yang membutuhkan oksigenasi membran ekstrakorporeal atau tujuh yang meninggal divaksinasi.

Di Medical University of South Carolina (MUSC) Children’s Health, tidak ada anak yang dirawat karena COVID-19 telah divaksinasi, kata Mack.

Kedua kelompok dalam penelitian ini — pasien COVID dan pasien non-COVID — serupa di mana 70% di setiap kelompok menghadiri sekolah tatap muka. Dari pasien COVID, 74% memiliki setidaknya satu kondisi yang mendasari (memiliki komorbid/penyakit penyerta), dan di antara pasien bukan COVID, 70% memiliki setidaknya satu kondisi penyakit penyerta.

Mack mencatat bahwa kondisi penyakit penyerta cukup umum. “Di sini, di Carolina Selatan, satu dari tiga anak kelebihan berat badan,” katanya. Dan satu dari 12 anak di negara bagian itu menderita asma. (BS)