Berandasehat.id – Anak-anak usia 6-11 tahun menjadi sasaran vaksinasi COVID-19 agar pembelajaran tatap muka dapat terlaksana dengan aman. Program vaksinasi anak 6-11 tahun telah berlangsung sejak 14 Desember 2021 dengan menyasar 26,4 juta anak usia sekolah dasar.

Terkait dengan hal itu, pemerintah telah mempersiapkan 58,7 juta total dosis vaksin untuk melakukan vaksinasi pada 26,4 juta anak usia 6-11 tahun. Vaksinasi COVID-19 untuk anak ini juga telah direkomendasikan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), karena anak juga dapat tertular dan atau menularkan virus corona dari dan ke orang lain di sekitarnya walau tanpa gejala. 

Disampaikan Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid, program vaksinasi COVID-19 sudah berlangsung selama satu tahun di Indonesia sejak dicanangkan pada Januari 2021. “Sampai kini cakupan vaksinasi dengan 208 juta sasaran telah mencapai target 86%. Sedangkan total jumlah dosis vaksin telah mencapai lebih dari 300 juta. Ini merupakan hasil  kolaborasi kita semua,” kata Nadia di sela acara peninjauan Sentra Vaksin Generasi Maju yang diselenggarakan Danone Indonesia berkolaborasi dengan berbagai pihak, salah satunya Indomaret di pusat belanja Neo Soho Jakarta Barat, Kamis (20/1/2022).

Ilustrasi vaksinasi anak 6-11 tahun di Sentra Vaksin Generasi Maju (dok. berandasehat.id)

Peluncuran program vaksinasi anak usia 6-11 tahun, menurut Nadia, mendapat sambutan cukup baik dan dukungan luas. Sedangkan pencapaian vaksinasi remaja (di atas 12 tahun) dan anak 6-11 tahun sejauh ini telah mencapai 88% dosis pertama. “Vaksinasi diharapkan selesai pada Maret 2022,” beber Nadia.

Nadia menyebut, selain vaksinasi anak, pemerintah juga mulai mengejar vaksin booster (penguat). Untuk kelompok rentan seperti lansia, sebanyak 98 ribu telah mendapatkan suntikan booster.

Suntikan booster, lanjut Nadia, menjadi penting dengan munculnya ancaman varian Omicron yang telah masuk Indonesia, baik dari pelaku perjalanan luar negeri maupun penularan lokal.  Vaksin booster diharapkan dapat menahan laju penularan Omicron. “Orang yang terinfeksi OMicron sering tidak bergejala karena sudah divaksin. Percepatan vaksinasi penting dilakukan agar masyarakat memiliki proteksi lebih baik. Dengan adanya booster maka akan tingkatkan efikasi vaksin yang secara alami akan menurun dalam 6 bulan,” jelas Nadia.

Nadia menyebut, kasus konfirmasi positif COVID-19 diakui naik belakangan ini pasca liburan Nataru (Natal dan Tahun Baru) dan meningkatnya mobilitas masyarakat. “Makanya, walaupun sudah divaksin tetap harus taat prokes. Dan segerakan vaksinasi bagi yang belum. Sekali lag, percepatan vaksinasi penting untuk menekan laju penularan virus. Meski mobilitas masyarakat tinggi, dengan deteksi dini dan percepatan vaksinasi serta disiplin prokes diharapkan aksus COVID-19 dapat ditekan,” tandas Nadia.

Sentra Vaksin Generasi Maju

Selain di Jakarta, Sentra Vaksinasi Generasi Maju akan dibuka di Yogyakarta dan Surabaya, mengingat tiga kota besar tersebut masih menjadi fokus pemerintah dalam pengendalian kasus COVID-19. Dikutip dari laman Covid-19.go.id, Jakarta, Yogyakarta, Surabaya masuk dalam 10 daerah dengan kasus COVID-19 tertinggi,. DKI Jakarta menyumbang sebesar 20,4% (870.362 kasus), Jawa Timur sebesar 16,6% (400.335 kasus) dan Daerah Istimewa Yogyakarta sebesar 3,7% (157.067 kasus). 

Nadia menambahkan, di masa pandemi, vaksinasi pada anak menjadi modal besar untuk mempercepat pemulihan aktivitas anak, khususnya aktivitas pembelajaran, dan merupakan upaya pemerintah dalam meningkatkan kekebalan daya tahan tubuh anak agar bisa menghindarkan dirinya dan lingkungan sekitar dari terpapar virus corona.

“Kami sangat menyambut positif kolaborasi dan dukungan dari berbagai pihak dalam upaya mendukung percepatan program vaksinasi COVID-19 di Indonesia demi tercapainya herd immunity (kekebalan komunal),” ujar Nadia.

Kesempatan sama, Government & External Scientific Affairs Director Danone Indonesia, Rachmat Hidayat menyampaikan inisiatif untuk menghadirkan Sentra Vaksin Generasi Maju sebagai salah satu rangkaian kampanye Indonesia Bangkit. “Ini merupakan bentuk dukungan dan komitmen Danone Indonesia dengan berkolaborasi dengan berbagai pihak swasta lainnya seperti Indomaret dalam mendukung pemerintah untuk memulihkan kesehatan dan kebangkitan Indonesia,” ujarnya.

Hal senada senada disampaikan Customer Relationship Management Executive Director Indomaret, Gondo Sudjoni. “Kegiatan ini penting sekali untuk menjaga keamanan dan keselamatan anak dari pandemi COVID-19 terutama dalam mengikuti pembelajaran tatap muka, anak membutuhkan tameng untuk kekebalan tubuhnya,” ujarnya.

Sentra Vaksin Generasi Maju di pusat perbelanjaan Neo Soho akan berlangsung pada 20 – 24 Januari 2022 dengan menargetkan 5.000 peserta vaksin (2.500 peserta anak dan 2.500 peserta vaksinasi booster). 

Untuk bisa mengikuti program vaksinasi COVID-19 di Sentra Vaksin Generasi Maju yang berlokasi di Novo Atrium, Lantai LG, Mal Neo Soho, Jakarta Barat, para calon peserta vaksin baik itu anak-anak usia 6-11 tahun atau dewasa di atas 18 tahun, dapat mendaftarkan diri melalui tautan bit.ly/vaksingenerasimaju. (BS)