Berandasehat.id – Varian Omicron telah memindahkan pandemi COVID-19 ke fase baru dan diprediksi bisa mengakhirinya  – terutama di Eropa, demikian disampaikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

“Masuk akal bahwa kawasan itu bergerak menuju semacam permainan akhir pandemi,” kata Kepala WHO Eropa, Hans Kluge kepada AFP dalam sebuah wawancara, seraya menambahkan bahwa Omicron dapat menginfeksi 60 persen orang Eropa pada Maret 2022.

Setelah gelombang Omicron yang saat ini melanda seluruh Eropa mereda, diproyeksikan akan ada beberapa minggu dan bulan kekebalan global, baik berkat vaksin atau karena orang memiliki kekebalan karena infeksi. “Kami mengantisipasi akan ada masa tenang sebelum COVID-19 kembali menjelang akhir tahun, tetapi belum tentu itu menjadi pandemi,” ujar Kluge.

Ilustrasi virus corona (dok. istimewa)

Ahli penyakit menular terkemuka AS, Anthony Fauci mengungkapkan optimisme serupa pada hari Minggu (23/1/2022). Dia mengatakan kepada acara bincang-bincang ABC News “This Week” bahwa dengan kasus COVID-19 turun agak tajam di beberapa bagian Amerika Serikat, segalanya terlihat baik.

Sambil memperingatkan agar tidak terlalu percaya diri, Fauci mengatakan bahwa jika penurunan baru-baru ini dalam jumlah kasus di daerah-daerah seperti timur laut AS berlanjut, “Saya yakin Anda akan mulai melihat perubahan haluan di seluruh negeri,” ujarnya.

Kantor regional WHO untuk Afrika juga mengatakan pekan lalu bahwa kasus COVID telah turun drastis di wilayah itu dan kematian menurun untuk pertama kalinya sejak gelombang keempat virus yang didominasi Omicron mencapai puncaknya.

Varian Omicron – yang menurut penelitian lebih menular daripada Delta tetapi umumnya menyebabkan infeksi yang tidak terlalu parah di antara orang yang divaksinasi – telah meningkatkan harapan yang telah lama ditunggu-tunggu bahwa COVID-19 mulai beralih dari pandemi ke penyakit endemi yang lebih mudah dikelola seperti flu musiman.

Namun Kluge mengingatkan bahwa masih terlalu dini untuk mempertimbangkan endemi COVID-19. “Ada banyak pembicaraan tentang endemi. Namun virus ini telah mengejutkan (kita) lebih dari sekali sehingga kami harus sangat berhati-hati,” kata Kluge.

Komisioner Eropa untuk Pasar Internal, Thierry Breton, yang laporan singkatnya mencakup produksi vaksin, mengatakan pada hari Minggu bahwa dimungkinkan untuk mengadaptasi vaksin bagi varian baru apa pun yang mungkin muncul. “Kita akan mampu bertahan lebih baik, termasuk untuk varian baru,” tuturnya kepada televisi Prancis LCI.

“Kita akan siap mengadaptasi vaksin, terutama yang mRNA, jika perlu mengadaptasinya ke varian yang lebih ganas,” terangnya.

Di wilayah WHO Eropa, yang terdiri dari 53 negara termasuk beberapa di Asia Tengah, Omicron mewakili 15 persen kasus baru pada 18 Januari, dibandingkan dengan 6,3 persen seminggu sebelumnya, kata badan kesehatan itu.

Omicron sekarang menjadi varian dominan di Uni Eropa dan Wilayah Ekonomi Eropa (EEA, atau Norwegia, Islandia dan Liechtenstein), kata badan kesehatan Uni Eropa ECDC pekan lalu.

Karena penyebaran varian yang sangat cepat di seluruh Eropa, Kluge mengatakan penekanan terutama harus dilakukan pada meminimalkan gangguan rumah sakit, sekolah dan ekonomi, dan menempatkan upaya besar untuk melindungi yang rentan, daripada langkah-langkah untuk menghentikan penularan.

Sementara itu, dia mendesak orang untuk menjalankan tanggung jawab pribadi. “Kalau tidak enak badan tetap di rumah. Kalau positif isolasi”, ujarnya.

Kluge mengatakan prioritasnya adalah untuk menstabilkan situasi di Eropa, di mana tingkat vaksinasi berkisar antara 25 hingga 95 persen dari populasi, yang menyebabkan berbagai tingkat ketegangan pada rumah sakit dan sistem perawatan kesehatan.

“Menstabilkan berarti sistem kesehatan tidak lagi kewalahan karena COVID-19 dan dapat melanjutkan layanan kesehatan esensial, yang sayangnya sangat terganggu untuk kanker, penyakit kardiovaskular, dan imunisasi rutin,” imbuhnya.

Ditanya apakah dosis keempat diperlukan untuk mengakhiri pandemi, Kluge berhati-hati, hanya mengatakan bahwa kita tahu bahwa kekebalan meningkat setelah setiap suntikan vaksin. (BS)