Berandasehat.id – Katarak yang bisa memicu kebutaan merupakan salah satu masalah kesehatan yang lazim di masyarakat, termasuk di wilayah Jawa Tengah. Laporan InfoDATIN, Kementerian Kesehatan bertajuk “Situasi Gangguan Penglihatan” (2018) menunjukkan 41,3% pasien katarak di Jawa Tengah tidak menyadari mereka menderita gangguan penglihatan ini. Mereka juga tidak tahu bahwa katarak bisa disembuhkan.

Sementara, berdasarkan laporan ‘Rapid Assessment of Avoidable Blindness’ (RAAB 2014-2016) – termuat dalam laporan yang sama, menyebut prevalensi kebutaan pada penduduk usia 50 tahun ke atas di Jawa Tengah mencapai 2,7%, atau hanya sedikit di bawah rata-rata nasional yaitu 3,0%.

Menjawab tantangan kesehatan mata ini, JEC Eye Hospitals & Clinics resmi membuka operasional cabang rumah sakit mata terbaru, RS Mata JEC-Candi @ Semarang. Terdiri atas bangunan gedung tujuh lantai berluas 6.000 meter persegi, RS Mata JEC-Candi @ Semarang ini merupakan rumah sakit mata modern dengan layanan subspesialistis terlengkap di Jawa Tengah. Sentra kesehatan mata terbaru ini menargetkan 100.000 kunjungan pasien sepanjang 2022.

Grand opening RS Mata JEC-Candi @ Semarang (dok. istimewa)

“Pembukaan RS Mata JEC-Candi @ Semarang meneguhkan tekad kami sebagai bagian terintegrasi dari jaringan JEC Eye Hospitals and Clinics untuk menghadirkan pusat kesehatan mata modern dengan layanan subspesialistis terlengkap bagi masyarakat Semarang dan Jawa Tengah,” ujar Direktur Utama RS Mata JEC-Candi @ Semarang, dr. Sri Inakawati, MSi. Med., Sp.M(K).

Sri Inakawati menambahkan, dengan akses semakin dekat dan servis yang komprehensif, diharapkan masyarakat lebih terdorong untuk melakukan pemeriksaan kesehatan mata secara berkala sehingga dapat membantu menurunkan risiko gangguan penglihatan dan kebutaan sedini mungkin. “Dengan demikian, kualitas hidup dan produktivitas masyarakat bisa terus terjaga,” urainya.

Deretan teknologi mutakhir yang dihadirkan RS Mata JEC-Candi @ Semarang; meliputi sistem diagnostik terkini dan serangkaian fasilitas modern, setara dengan ketiga cabang rumah sakit mata JEC lainnya di DKI Jakarta. Berbagai layanan unggul meliputi Laser Vision Correction Center (LASIK & ReLEX SMILE), Cataract and Cornea Surgery Service, Glaucoma Service, Pediatric Ophthalmology and Strabismus Service (POS), Oculoplasty Service, Contact Lens Service, Dry Eye Service, Neuro-Ophthalmology Service, Low Vision Care and Protesa, serta Diabetes Education and Care.

Dr. dr. Fifin Luthfia Rahmi, MS. SpM. selaku Direktur PT JEC Candi Sejahtera, menambahkan RS Mata JEC-Candi @ Semarang menjadi sentra kesehatan mata terbesar berkonsep one stop service di Semarang dan Jawa Tengah. Artinya, masyarakat mudah mengakses beragam layanan kesehatan mata berstandar internasional secara menyeluruh cukup di satu lokasi. “Mulai tahap pemeriksaan, hingga operasi/pembedahan dan pemulihan – dengan pilihan sarana yang berjenjang, dari standar paling dasar sampai yang tercanggih, serta dukungan sumber daya manusia yang mumpuni,” terangnya.

Dari sisi sumber daya manusia, JEC-Candi @ Semarang memiliki jajaran tenaga ahli yang andal, mencakup 22 dokter mata, 16 dokter mata spesialis yang telah diakui sebagai konsultan oleh Kolegium Oftalmologi Indonesia, serta 71 tenaga medis dan nonmedis.

JEC-Candi @ Semarang juga telah menerapkan e-medical record (e-MR) berupa sistem informasi terintegrasi nan aman, yang memberikan kemudahan akses terhadap rekam medis pasien secara online. ‘Hal ini memungkinkan pasien untuk berkonsultasi dan meneruskan perawatan secara berkelanjutan di JEC cabang mana pun,” terang Fifin.

Di masa pandemi COVID-19 yang belum surut dan meningkatnya kasus harian akibat varian baru Omicron, keselamatan dan kenyamanan pasien kian menjadi concern prioritas JEC. Di seluruh cabangnya, termasuk RS Mata JEC-Candi @ Semarang, JEC tegas menjalankan protokol kesehatan sesuai imbauan pemerintah, seperti skrining melalui aplikasi PeduliLindungi, pemeriksaan suhu kepada seluruh individu yang datang (jajaran dokter, tim medis, karyawan, serta pasien dan keluarga pengantarnya), peningkatan frekuensi pembersihan fasilitas gedung secara lebih intensif, juga penyediaan cairan hand sanitizer dan masker.

Di ruang periksa, JEC juga menambahkan pembatas antara dokter dengan pasien guna menambah proteksi.

Grand opening RS Mata JEC-Candi @ Semarang dilanjutkan dengan kegiatan tindakan operasi katarak gratis kepada sekitar 15-20 pasien dari kalangan yang membutuhkan. Pelaksanaannya tetap mengedepankan protokol kesehatan yang ketat sehingga penerima tindakan operasi harus diseleksi dan jumlahnya harus dibatasi.

Selain itu, untuk mengedukasi masyarakat mengenai kesehatan mata, RS Mata JEC-Candi @ Semarang juga menyiapkan sesi webinar bagi para tenaga kesehatan, termasuk dokter umum maupun dokter spesialis mata, serta kalangan umum. (BS)