Berandasehat.id – Studi terbaru menemukan bahwa tanda-tanda autisme dapat dideteksi sedini mungkin di masa kehamilan. Sebuah USG prenatal/kehamilan rutin pada trimester kedua dapat mengidentifikasi tanda-tanda awal Autism Spectrum Disorder (ASD), demikian sebuah studi baru oleh Universitas Ben-Gurion Negev dan Pusat Medis Soroka.

Para peneliti dari Azrieli National Center for Autism and Neurodevelopment Research menerbitkan temuan mereka baru-baru ini di jurnal Brain.

Para peneliti memeriksa data dari ratusan pemindaian ultrasound prenatal dari survei anatomi janin yang dilakukan selama pertengahan kehamilan. Mereka menemukan anomali di jantung, ginjal, dan kepala pada 30% janin yang kemudian mengembangkan ASD. Ini diklaim tingkat tiga kali lebih tinggi daripada yang ditemukan pada janin yang biasanya berkembang dari populasi umum dan dua kali lebih tinggi dari saudara kandung mereka.

Ilustrasi deteksi autisme sejak kehamilan (dok. istimewa)

Anomali terdeteksi lebih sering pada anak perempuan daripada anak laki-laki dan tingkat keparahan anomali juga terkait dengan tingkat keparahan ASD berikutnya.

Studi ini dan lainnya akan dibahas pada Pertemuan Israel untuk Penelitian Autisme yang akan diadakan 15-16 Februari di BGU.

Prof. Idan Menashe, anggota Pusat dan Departemen Kesehatan Masyarakat di Fakultas Ilmu Kesehatan, memimpin penelitian dengan gelar MD/Ph.D.dari Ohad Regev dilaporkan MedicalXpress. “Dokter dapat menggunakan tanda-tanda ini, yang dapat dilihat selama USG rutin, untuk mengevaluasi kemungkinan anak lahir dengan ASD,” kata Prof Menashe.

Dia menambahkan, penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa anak-anak yang lahir dengan penyakit bawaan, terutama yang melibatkan jantung dan ginjal, memiliki peluang lebih tinggi untuk mengembangkan ASD. “Temuan kami menunjukkan bahwa jenis ASD tertentu yang melibatkan anomali organ lain, dimulai dan dapat dideteksi di dalam rahim,” imbuhnya.

Sebuah studi sebelumnya dari Center menemukan diagnosis dan pengobatan dini meningkatkan kemampuan sosial tiga kali lipat. Diagnosis kehamilan dapat diterjemahkan dengan pengobatan sejak lahir, bukan menunggu sampai anak berusia 2 – 3 tahun atau bahkan lebih. (BS)