Berandasehat.id – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengingatkan subvarian Omicron (BA.2) yang dikenal juga dengan nama Son of Omicron berpotensi menimbulkan kecemasan baru dan diperkirakan bakal menyebar dengan cepat.

Menurut pimpinan teknis  Covid-19 WHO, Maria Van Kerkhove, subvarian BA.2, yang lebih menular daripada versi BA.1 yang dominan saat ini, kemungkinan akan menjadi lebih umum. Gejala yang muncul saat terpapar Son of Omicron ini sedikit berbeda dibanding varian sebelumnya, antara lain pusing atau vertigo, juga kelelahan. Para ahli menyampaikan kelelahan datang lebih cepat saat terinfeksi subvarian Omicron daripada varian leluhur. 

Ilustrasi virus corona (dok. istimewa)

Dr Angelique Coetzee, dokter Afrika Selatan yang kali pertama menemukan varian Omicron, juga mengaitkan kelelahan dengan varian ini. Selain itu, Son of Omicron dipercaya akan menimbulkan gejala ringan seperti varian induknya.  Gejala umum yang terkait dengan infeksi oleh BA.2 adalah pilek, tenggorokan gatal, sakit kepala, kelelahan, bersin, nyeri tubuh, keringat malam, kehilangan nafsu makan, dan muntah. Mereka yang terpapar Son of Omicron kemungkinan juga akan mengalami pingsan, kabut otak (brain fog), ruam kulit, dan mata merah alias konjungtivitis.

Sementara penelitian masih berlangsung, tidak ada indikasi perbedaan tingkat keparahan infeksi yang disebabkan oleh salah satu subvarian, kata Maria Van Kerkhove. WHO sendiri tengah memantau BA.2 dengan seksana untuk melihat apakah subvarian ini menyebabkan peningkatan infeksi baru di negara-negara yang mengalami peningkatan pesat.

Para peneliti di Denmark telah menemukan bahwa BA.2 sekitar 1,5 kali lebih mudah menular daripada BA.1 dan lebih piawai menginfeksi orang yang divaksinasi dan bahkan yang mendapatkan booster.

Namun diyakini mereka yang telah divaksinasi lengkap lebih kecil kemungkinannya untuk menyebarkan virus daripada yang tidak divaksinasi. Son of Omicron juga memiliki kemungkinan menginfeksi ulang orang yang pernah terkena COVID-19. (BS)