Berandasehat.id – Kesehatan ibu, khususnya ibu hamil berperan besar pada kesehatan anak yang dikandungnya. Karenanya, kesehatan ibu perlu diperhatikan terutama dalam pemberian gizi/nutrisi harian yang dibutuhkan di masa penting. Data dari Profil Kesehatan Ibu dan Anak 2020 yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan pada tahun 2020, wanita usia 15-49 tahun yang memiliki keluhan kesehatan dalam sebulan terakhir mencapai 28 persen.

Selain itu, berdasar hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) yang dilakukan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada tahun 2021 menunjukkan angka stunting secara nasional mengalami penurunan sebesar 1.6% per tahun, dari 27.7% pada 2019 menjadi 24.4% pada 2021. Namun angka ini masih belum memenuhi syarat yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebesar 20%.

Ilustrasi kehamiilan sehat (dok. istimewa)

Stunting masih menjadi fokus utama pemerintah Indonesia. Pemerintah menetapkan target penurunan stunting menjadi 14% pada 2024. Guna mencegah stunting, pemenuhan gizi menjadi salah satu faktor penting baik bagi ibu maupun bayi terutama di 1000 hari pertama kehidupan (HPK) yaitu saat hamil dan menyusui hingga anak berusia 2 tahun, bahkan sejak persiapan kehamilan.

Head of Medical KALBE Nutritionals, dr. Muliaman Mansyur, mengungkap kurangnya gizi pada ibu bisa menyebabkan berbagai risiko dan komplikasi, seperti anemia, pendarahan, dan proses pertumbuhan janin yang tidak optimal. “Oleh karena itu, diperlukan gizi yang lengkap di menu harian para ibu,” tuturnya.

Pada wanita usia subur kebutuhan asam folat adalah 400 microgram dan meningkat menjadi 600 microgram pada saat hamil. Sayangnya, asupan rata-rata harian ibu hamil di Indonesia hanya 200 microgram, jadi masih jauh di bawah kebutuhan ibu hamil. “Masih banyak zat gizi lain yang dibutuhkan lebih banyak saat hamil dan menyusui seperti protein, zat besi, kalsium dan vitamin D. Karena itulah beberapa zat gizi ini sangat penting dipenuhi oleh para ibu hamil untuk pertumbuhan janin dan juga untuk ibu sendiri,” terang dr. Muliaman.

Kesempatan sama, Group Business Unit Head Woman Nutrition, Sinteisa Sunarjo, meskipun angka stunting sudah menunjukkan hasil yang cukup baik, bukan berarti asupan gizi pada ibu hamil dianggap selesai. “Masih ada peran kami sebagai produsen nutrisi untuk terus memberikan nutrisi terbaik bagi masyarakat Indonesia terutama di daerah-daerah atau kota kecil,”  ujarnya.

Untuk membantu menjaga nutrisi di masa kehamilan, KALBE Nutritionals meluncurkan produk inovasi terbaru dengan harga terjangkau, yakni Prenagen Lova. “Produk tinggi asam folat, minyak ikan, dan daun katuk ini dapat menjadi pilihan untuk memenuhi gizi harian ibu. Selain itu, hadirnya Prenagen Lova juga dilakukan untuk mendukung upaya pemerintah Indonesia dalam menekan angka stunting pada anak. Diharapkan dengan hadirnya produk ini mampu menjangkau lapisan kelas menengah ke bawah, khususnya ibu hamil dan menyusui, untuk pemenuhan gizi yang mereka butuhkan,” terang Sinteisa.

Sinteisa menambahkan, Prenagen Lova mengandung asam folat untuk pertumbuhan janin dan pembentukan sel darah merah, zat besi untuk pembentukan sel darah merah serta membantu mengantarkan oksigen di dalam tubuh, kalsium untuk pembentukan tulang baik ibu maupun janin, minyak ikan untuk perkembangan otak bayi dan meningkatkan energi para ibu, serta daun katuk menjadi sumber protein untuk membentuk berbagai jaringan pada janin dan memperlancar ASI.

“Dengan harga terjangkau, Prenagen Lova diharapkan dapat memudahkan para ibu di wilayah sub urban untuk mendapatkan produk bergizi lengkap,” pungkas Sinteisa. (BS)