Berandasehat.id – Ketika gelombang COVID-19 melanda India selama musim dingin dan musim semi 2021, rumah sakit penuh melebihi kapasitas, oksigen hampir tidak mungkin diperoleh, dan jaringan komunitas untuk merawat orang yang telah meninggal akibat wabah turut kewalahan. Laporan pemerintah India pada saat itu menyebutkan jumlah korban tewas di bawah satu juta.

Belakangan terungkap, ukuran kematian COVID-19 yang lebih akurat di India menempatkan angka itu pada 3,2 juta orang, menurut sebuah makalah yang ditulis bersama oleh Associate Professor of Economics Paul Novosad dan tim peneliti internasional.

“Analisis menemukan bahwa kematian COVID kumulatif India pada September 2021 enam hingga tujuh kali lebih tinggi daripada yang dilaporkan secara resmi,” tulis para peneliti dalam makalah yang diterbitkan bulan lalu di Science dikutip MedicalXpress.

Ilustrasi virus corona (dok. istimewa)

“Anda harus memasukkannya ke dalam konteks,” cetus Novosad. “Pada saat kami menulis ini, India melaporkan sekitar setengah juta kematian resmi COVID. Sedangkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan sekitar 4 hingga 5 juta kematian akibat COVID secara global. Jadi penyesuaian ini (menghitung kematian di India dengan tepat) berarti akan meningkatkan jumlah kematian global COVID hampir 50%.”

Tim meninjau data tentang semua penyebab kematian dari survei independen terhadap 140.000 orang dewasa, dan dari dua sumber data pemerintah termasuk kematian yang dilaporkan di fasilitas kesehatan dan kematian yang terdaftar di 10 negara bagian di India. 

Selanjutnya, mereka membandingkan jumlah ini dengan pola yang ditemukan pada tahun-tahun sebelumnya tanpa COVID dan menemukan bahwa total kematian meningkat 26% menjadi 29% pada periode COVID dibandingkan dengan total kematian pada tahun-tahun sebelumnya. 

Rentang ini konsisten di seluruh sumber data yang terpisah, tulis para peneliti.

“Kami sedang melakukan triangulasi pada nomor ini dari banyak arah yang berbeda dan memiliki kesepakatan luas mengenai kisaran yang kami temukan,” terang Novosad.

Karya Novosad menggunakan banyak jenis data baru, termasuk ukuran kesejahteraan yang dihasilkan dari citra satelit, data yang dikumpulkan oleh program pemerintah, dan catatan administrasi arsip yang sebelumnya tidak digunakan untuk desain kebijakan. 

Lab penelitiannya – yang berfokus pada India – telah menciptakan platform data sumber terbuka untuk mendukung penelitian sosial ekonomi di India dan negara berkembang.

“Sebagian besar agenda penelitian saya didasarkan pada pencarian sumber data abad ke-21 yang baru dan memobilisasinya untuk penelitian dan kebijakan yang lebih baik,” tutur Novosad.

Pandemi global menghadirkan banyak pertanyaan kritis tentang bagaimana pemerintah dan organisasi dapat merespons – menurut Novosad studinya dapat membantu menjawabnya.

“Keputusan yang Anda buat lebih baik jika didasarkan pada fakta nyata tentang dunia. Jika tidak memiliki data, maka Anda hanya perlu mengerjakan cerita dan kesan,” terangnya. “Kami membutuhkan landasan empiris untuk pekerjaan semacam ini.” (BS)