Berandasehat.id – Para pakar kesehatan masyarakat menggunakan istilah untuk menggambarkan bagaimana masa depan COVID-19 kemungkinan akan terjadi: Penyakit ini akan menjadi endemi/endemik.

Endemi menjadi istilah yang tidak dikenal oleh kebanyakan orang, dan menjadi hal yang membingungkan. Endemi tidak berarti bahwa virus akan berakhir, atau menghilang. Sebaliknya, kita harus tetap hidup dengan SARS-CoV-2, virus corona yang menyebabkan COVID-19. Tapi itu tidak akan menjadi keadaan pandemi yang tidak stabil dalam dua tahun terakhir.

“Bagi para ilmuwan, endemi berarti sesuatu yang khusus,” kata Alessandro Vespignani, Direktur Institut Ilmu Jaringan dan Profesor Terhormat Keluarga Sternberg di Northeastern. 

Ilustrasi pandemi Covid (dok. istimewa)

Vespignani memimpin tim pembuat model penyakit menular yang telah mengembangkan serangkaian proyeksi tentang kemungkinan masa depan pandemi COVID-19 sejak krisis dimulai. “‘Endemi memiliki arti teknis khusus dalam epidemiologi. Artinya pada dasarnya Anda berada dalam keadaan stasioner, dengan prevalensi penyakit,” terangnya.

Dia menambahkan, hal itu tidak berarti bahwa endemi selalu merupakan hal yang baik atau buruk. “Itu tergantung pada tingkat prevalensi yang ditetapkan. Mungkin sangat tinggi, dan kemudian menjadi masalah besar. Atau mungkin sangat rendah,” beber Vespignani.

Metrik yang digunakan ahli epidemiologi, kata Vespignani, disebut angka reproduksi – menunjukkan apakah wabah tumbuh, menyusut, atau stabil.

“Secara matematis, ketika proporsi orang yang bisa sakit menyeimbangkan jumlah reproduksi virus dengan jumlah kasus yang cukup konstan, maka para ilmuwan menganggap penyakit endemi,” ulasnya.

Definisi endemi, bagaimanapun telah diperluas untuk mencakup penyakit yang juga menunjukkan pola musiman, seperti flu. “Apa yang kita semua harapkan adalah bahwa COVID akan menjadi salah satu virus musiman pernapasan yang membuat hidup kita sengsara di musim dingin, tetapi pada tingkat yang sama dengan flu atau virus lain. Inilah yang kita toleransi di masyarakat,” urai Vespignani.

Alat seperti vaksin dan perawatan juga merupakan bagian dari gambaran dalam menjaga prevalensi penyakit pada tingkat yang stabil, serta jumlah orang yang telah terpapar virus selama dua tahun terakhir.

“‘Endemi berarti bahwa penyakit berada pada tingkat yang dapat kita kelola atau, bahkan lebih baik, kendalikan,” kata Vespignani. “‘Endemi tidak berarti bahwa itu bukan menjadi beban perawatan kesehatan atau kesehatan masyarakat. Itu berarti bahwa kita perlu mengatasinya dengan cara yang bukan mode krisis yang kita alami selama dua tahun.”

Akses vaksin terus menjadi masalah di banyak negara di seluruh dunia, dan akibatnya, COVID-19 kemungkinan akan terus mendatangkan malapetaka di banyak tempat. 

Sedangkan pandemi didefinisikan sebagai wabah yang benar-benar global, dengan penyebaran penyakit tidak terkendali di seluruh wilayah atau dunia. Menurut kamus Merriam-Webster, definisi yang lebih luas dari endemik, bila digunakan untuk menggambarkan lebih dari sekedar penyakit, adalah karakteristik yang terbatas pada wilayah atau lokalitas tertentu. 

Pakar kesehatan masyarakat juga mengatakan bahwa tempat yang berbeda kemungkinan akan mengalami akhir pandemi secara berbeda, dan tanggapan COVID-19 kemungkinan akan mencerminkan hal itu, dengan fokus pada tindakan pencegahan lokal dan individu daripada aturan negara bagian dan nasional, demikian laporan MedicalXpress. (BS)