Berandasehat.id – Siapa bilang varian Omicron tidak berbahaya? Tengoklah Korea Selatan mengalami hari pandemi paling mematikan pada Sabtu (26/2/2022), melaporkan 112 kematian dalam periode 24 jam terakhir, karena bergulat dengan gelombang infeksi virus corona yang didorong oleh varian Omicron yang bergerak cepat.

Petugas kesehatan menemukan 166.209 kasus baru, yang mendekati rekor satu Rabu sebelumnya sebesar 171.451 dan mewakili lebih dari 37 kali lipat peningkatan dari tingkat harian pada pertengahan Januari 2022, ketika Omicron pertama kali muncul sebagai varian dominan negara itu.

Ilustrasi virus corona (dok. istimewa)

Omicron sejauh ini tampaknya lebih kecil kemungkinannya menyebabkan penyakit serius atau kematian daripada varian Delta yang melanda negara pukulan keras pada Desember 2021 dan awal Januari 2022. Tetapi rawat inap dan kematian mulai merayap naik di tengah wabah yang berkembang  – memberikan tekanan pada tenaga kesehatan yang kewalahan.

Lebih dari 640 pasien COVID berada dalam kondisi serius atau kritis, menurut laporan Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea, dibandingkan dengan sekitar 200-300 pada pertengahan Februari 2022. Kementerian Kesehatan Korea Selatan mengatakan sekitar 44% unit perawatan intensif negara yang ditunjuk untuk pasien COVID-19 telah terisi.

Perdana Menteri Kim Boo-kyum, pejabat nomor dua setelah Presiden Moon Jae-in, mengatakan Jumat (25/2/2022) bahwa otoritas kesehatan mengantisipasi gelombang Omicron akan mencapai puncaknya sekitar pertengahan Maret 2022, ketika negara itu mungkin bakal menyaksikan kasus harian sekitar 250.000. 

Ada kekhawatiran bahwa transmisi dapat memburuk dengan dimulainya tahun ajaran baru sekolah pada Maret dan juga karena demonstrasi politik menjelang pemilihan presiden yang berlangsung 9 Maret.

Sejauh ini lebih dari 86% populasi negara yang berpenduduk sekira 51 juta telah divaksinasi lengkap dan sekitar 60% telah menerima suntikan booster. 

Korea Selatan bahkan telah meluncurkan suntikan vaksinasi keempat kepada orang-orang di panti asuhan dan fasilitas perawatan jangka panjang untuk melindungi mereka dari lonjakan Omicron. 

Pejabat negara itu Rabu silam menyetujui vaksin COVID-19 Pfizer untuk anak-anak berusia 5 hingga 11 tahun dan berencana untuk mengumumkan peluncuran untuk kelompok usia tersebut pada Maret mendatang, demikian dilaporkan The Associated Press. (BS)