Berandasehat.id – Jumlah anak-anak Amerika yang terkena hepatitis akut misterius dengan penyebab yang tidak diketahui terus bertambah, demikian dilaporkan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC).

Sejauh ini, penyelidikan badan tersebut telah menemukan 180 kasus anak di 36 negara bagian dan teritori selama tujuh bulan terakhir. Itu meningkat 71 dari angka terakhir kali dirilis pada 5 Mei. Namun, CDC menekankan dalam sebuah pernyataan bahwa banyak kasus domestik baru bersifat ‘retrospektif’ artinya kasus tersebut sekarang sedang dihitung meski terjadi pada Oktober 2021.

Tidak ada kematian yang dilaporkan sejak Februari 2022, CDC menambahkan, dan jumlah anak yang membutuhkan transplantasi hati adalah 9% dari kasus, setelah temuan kasus tambahan ditemukan ditambahkan ke penghitungan. CDC sebelumnya melaporkan bahwa 15% anak-anak membutuhkan transplantasi hati, berdasarkan perhitungan pada 5 Mei.

Ilustrasi pasien anak (dok. istimewa)

Terdapat ratusan kasus hepatitis pediatrik lainnya yang telah dilaporkan di negara-negara di seluruh dunia, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

“Ini (hepatitis akut) tidak biasa karena ini terjadi pada anak-anak normal dan sehat yang tidak memiliki kondisi yang mendasarinya/yang sudah ada,” kata Dr. Tina Tan, dokter penyakit menular di Rumah Sakit Anak Ann & Robert H. Lurie Chicago dikutip MedicalXpress. “Tidak ada yang tahu penyebab sebenarnya, dan yang membuatnya lebih menakutkan adalah anak-anak ini menderita hepatitis yang sangat parah.”

Sekitar setengah dari anak-anak yang terlibat dalam kasus AS memiliki beberapa bentuk adenovirus. CDC menyebut, hal ini terus menjadi indikator kuat tentang apa yang bisa mendorong kasus.

“Penting untuk dicatat bahwa hepatitis parah pada anak-anak tetap jarang terjadi,” kata CDC. “Namun, kami mendorong orang tua dan pengasuh untuk mewaspadai gejala hepatitis, khususnya penyakit kuning, yaitu menguningnya kulit atau mata, dan untuk menghubungi penyedia layanan kesehatan anak jika ada kekhawatiran.”

CDC sedang melakukan tes laboratorium tambahan untuk melihat lebih dekat pada genom adenovirus dan kemungkinan patogen lainnya, yang dapat mencakup SARS-CoV-2, virus di balik COVID-19.

Salah satu penyebab yang pasti telah dikesampingkan adalah vaksin COVID-19. “Vaksinasi COVID-19 bukanlah penyebab penyakit ini, dan kami berharap informasi ini membantu memperjelas beberapa spekulasi yang beredar secara online,” kata Dr. Jay Butler, wakil direktur CDC untuk penyakit menular, pada konferensi pers pada 6 Mei.

Sementara itu, CDC berkomunikasi dengan kelompok medis utama dan memberikan pelaporan dan panduan laboratorium untuk dokter yang mungkin menemukan hepatitis dengan penyebab yang tidak diketahui pada pasien mereka. 

Sebagai bagian dari upaya komunikasi ini, CDC memberikan pembaruan dan memberikan kesempatan bagi dokter untuk mengajukan pertanyaan. Pembaruan penyelidikan tambahan akan diberikan setiap minggu. (BS)