Berandasehat.id – Melanoma merupakan jenis kanker kulit yang paling serius, berkembang di sel-sel yang menghasilkan pigmen di kulit yang memberinya warna. Kanker kulit ini paling sering terjadi pada kulit yang terkena sinar matahari, tetapi dapat berkembang di mata dan, jarang, di bagian dalam tubuh, termasuk di hidung dan tenggorokan.

Mei tercatat sebagai Bulan Kesadaran Melanoma, dan terutama bagi pria, ini menjadi momen penting. Para peneliti mengatakan pria lebih mungkin meninggal karena melanoma daripada wanita. Dan pada saat seorang pria berusia 50 tahun, kemungkinan mengembangkan melanoma meningkat setiap tahun, dibandingkan dengan wanita.

Ilustrasi kanker kulit melanoma (dok. istimewa)

Jadi bagaimana mencegah melanoma? Sementara penyebab pasti dari semua melanoma tidak jelas, ahli kulit Mayo Clinic mengatakan bahwa membatasi paparan radiasi ultraviolet dari matahari dan tanning bed akan mengurangi risiko. “Faktor risiko utama melanoma adalah paparan sinar matahari, jumlah paparan sinar matahari, paparan sinar matahari tingkat tinggi (artinya kulit terbakar), juga warna kulit terang,” kata Dr. Aleksandar Sekulic, dokter kulit Mayo Clinic.

Tempat paling umum terjadinya melanoma adalah bagian tubuh yang terpapar sinar matahari, termasuk wajah, punggung, lengan, dan kaki. Tanda-tanda pertama acapkali berupa perubahan pada tahi lalat yang ada atau pertumbuhan yang tampak tidak biasa pada kulit. “Masalah besar melanoma tidak hanya dimulai di kulit, tetapi juga bisa menyebar. Dan bisa mematikan,” kata Dr. Sekulic.

Ada sejumlah hal yang bisa dilakukan untuk mencegah melanoma, di antaranya hindari paparan sinar matahari yang terlalu lama, terutama di tengah hari untuk mencegah kulit terbakar. Kenakan perlengkapan pelindung di luar, seperti topi bertepi lebar, pakaian tenunan rapat yang menutupi lengan dan kaki, dan kacamata hitam untuk melindungi mata.

Jangan lupa selalu aplikasikan tabir surya dengan faktor perlindungan matahari (SPF) setidaknya 30 atau lebih tinggi pada area kulit yang terbuka. Oleskan ulang tabir surya kembali setidaknya setiap dua jam. Dan jika berenang atau berkeringat, gunakan tabir surya yang tahan air dan keringat.

“Sangat penting untuk memeriksa kulit sendiri. Jika mengidentifikasi sesuatu yang baru, yang berubah dan tidak sembuh dengan pelembab sederhana dalam beberapa minggu, saya pikir akan lebih baik untuk membawanya ke dokter kulit untuk diperiksa,” saran Dr. Sekulic. (BS)