Berandasehat.id – Rasa kesepian atau depresi yang tidak terlihat dapat menyebabkan malnutrisi pada lansia, suatu hal yang mungkin jarang diketahui masyarakat. Karenanya, kesehatan lansia (dikategorikan berusia 60 tahun ke atas di Indonesia, dan di atas 65 tahun di luar negeri) perlu menjadi perhatian bersama. 

Jumlah lansia di Indonesia kini telah mencapai 29,3 juta jiwa atau 10,82% dari total penduduk Indonesia, menurut  data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2021. Pada 2030, Indonesia bahkan diperkirakan akan mengalami lonjakan ageing population yang dapat berdampak pada kenaikan angka malnutrisi serta menurunkan kualitas hidup lansia, atau kerap disebut dengan istilah ‘silver tsunami effect’.

Menyoroti permasalahan lansia, Ketua Umum Pengurus Besar Perhimpunan Gerontologi Medik Indonesia (PB Pergemi) Prof. Dr. dr. Siti Setiati, Sp.PD-KGer, M. Epid, FINASIM, bukan semata sehat fisik, namun lansia juga harus sehat mental agar mendapatkan kualitas yang baik di usia senja. 

Temu media ‘Gerakan 4 Sehat 5 Bahagia: Tetap Sehat, Aktif & Bahagia di Sepanjang Usia’ yang dihelat Nestlé Health Science (NHS), Jumat (24/6/2022) – dok. Berandasehat.id

“Sehat adalah keseimbangan kondisi mental, fisik, dan sosial yang saling melengkapi. Di Indonesia sebanyak 34,71% lansia tinggal bersama keluarga tiga generasi, nilai ini menurun sebesar 6% dari tahun sebelumnya. Padahal berinteraksi dengan keluarga merupakan salah satu kunci penting dalam meningkatkan kualitas hidup lansia karena mereka memiliki kesempatan yang lebih besar untuk merasakan keterlibatan sosial yang dapat menghadirkan perasaan bahagia. Kondisi ini dapat menurunkan risiko lansia untuk merasa kesepian atau diabaikan,” terang Prof Setiati dalam diskusi bertajuk ‘Gerakan 4 Sehat 5 Bahagia: Tetap Sehat, Aktif & Bahagia di Sepanjang Usia’ yang dihelat Nestlé Health Science (NHS), Jumat (24/6/2022).

Prof Setiati termasuk penganjur para lansia tinggal satu atap bersama anak dan cucu. “Lansia ini membutuhkan interaksi yang sefrekuensi agar tidak kesepian. Loneliness dan perasaan diabaikan yang dialami lansia bisa membuat mereka kekurangan nutrisi yang bisa mempengaruhi kualitas hidup,” terangnya.

Selain melakukan aktivitas yang menyenangkan, menekuni hobi, olahraga, makanan bergizi seimbang perlu dikonsumsi para lansia, terutama makanan yang kaya protein untuk membangun massa otot di usia senja. 

“Sejalan dengan tujuan Nestlé untuk menggunakan potensi makanan untuk meningkatkan kualitas hidup setiap individu Nestlé Health Science melalui Nestlé BOOST Optimum yang percaya bahwa Mimpi Tak Kenal Usia, menghadirkan Gerakan 4 Sehat 5 Bahagia yang bertujuan mengajak keluarga Indonesia untuk mendukung para lansia mewujudkan hidup sehat, aktif dan bahagia di sepanjang usia,” terang Marketing Manager Nestlé Health Science (NHS), dr. Yulia Megawati.

Yulia mengatakan, Gerakan 4 Sehat 5 Bahagia yang direkomendasikan untuk dijalankan oleh para lansia dalam kehidupan sehari-hari mencakup:

1. Memenuhi kebutuhan gizi lansia, salah satunya asupan protein harian dengan mengonsumsi susu dengan kandungan whey protein yang lebih tinggi,  dilengkapi dengan probiotik dan prebiotik serta vitamin & mineral yang baik bagi kesehatan lansia.

2. Para lansia perlu berolahraga agar tetap aktif. Penelitian membuktikan bahwa suplementasi gizi oral ditambah dengan latihan fisik dapat meningkatkan fungsi, status gizi dan kualitas hidup para lansia.

3. Para lansia perlu meluangkan waktu untuk istirahat yang cukup dan berkualitas.

4. Membantu para lansia dalam menjaga pola makan yang sehat, seperti memastikan menu makanan yang dikonsumsi sehari-hari mengandung serat pangan, vitamin dan mineral yang tepat.

5. Memberikan dukungan agar para lansia tetap bahagia, salah satunya dengan menyemangati mereka untuk menghidupkan kembali mimpi-mimpi yang tertunda, termasuk mencoba aktivitas baru atau menekuni hobi secara rutin.

Kesempatan sama aktris Donna Harun (55) merasa bersyukur karena keluarga dan orang-orang terdekat selalu menyemangatinya untuk menghidupkan kembali mimpi-mimpi yang sebelumnya sempat tertunda, salah satunya bergabung dengan wadah sosial yang bertujuan untuk memberikan pelayanan terhadap masyarakat luas.

“Menjalani minat dan hobi juga membuat saya merasa bahagia karena dapat berinteraksi dengan orang-orang di sekitar saya. Agar tubuh tetap sehat, selain istirahat yang cukup saya juga selalu meluangkan waktu untuk berolahraga secara rutin bersama anak dan cucu,” terangnya.

Donna mengaku banyak minum air putih dan susu yang membuatnya merasa kuat dan bahagia. “Saya merasa bahagia dengan memberi, juga berinteraksi dengan orang lain. Tetap menjalankan olahraga seperti yoga dan gym berselang seling agar tidak bosan,” pungkasnya. (BS)