Berandasehat.id – Perbanyaklah makan sayur dan buah jika ingin terhindar dari penyakit ginjal kronis. Peneliti Fakultas Kedokteran Universitas Virginia menemukan bahwa orang dewasa dengan penyakit ginjal kronis umumnya makan lebih sedikit buah dan sayuran daripada orang dewasa yang tidak memiliki penyakit tersebut.

Para peneliti menganalisis data pola makan buah dan sayuran dari tiga siklus Survei Pemeriksaan Kesehatan dan Gizi Nasional yang dilakukan antara 1988 hingga 2018. Setelah disesuaikan dengan demografi, lingkar pinggang dan adanya diabetes dan tekanan darah tinggi di antara peserta survei, para ilmuwan menemukan bahwa pasien dengan penyakit ginjal kronis ternyata makan lebih sedikit buah dan sayuran.

“Mengonsumsi lebih banyak buah dan sayur sangat terkait dengan kesehatan pada banyak penyakit yang berbeda,” kata spesialis ginjal UVA Health Dr. Julia J. Scialla. “Kami khawatir tentang efek kesehatan secara keseluruhan ketika mengamati pasien dengan penyakit ginjal kronis mengonsumsi buah dan sayuran dalam jumlah rendah.”

Ilustrasi buah dan sayur (dok. istimewa)

Pemahaman yang lebih baik tentang kemungkinan faktor risiko penyakit ginjal kronis sangat penting, karena kondisi ini tersebar luas di antara orang Amerika dan membawa risiko kesehatan yang signifikan. 

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC)., sekitar 37 juta orang dewasa Amerika memiliki penyakit ginjal kronis, yang terjadi ketika ginjal rusak dan tidak dapat secara efektif menyaring limbah dari darah, yang berpotensi menyebabkan tekanan darah tinggi, penyakit jantung dan stroke.

Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan apakah rendahnya asupan buah dan sayuran merupakan penyebab atau akibat dari penyakit ginjal kronis, atau apakah ada faktor lain yang berperan. 

Sementara pasien dengan penyakit ginjal kronis mungkin menerima rekomendasi untuk mengurangi konsumsi potasium, yakni mineral yang biasa ditemukan dalam buah-buahan dan sayuran, manfaat kesehatan dari hal ini tidak diketahui dan perlu penelitian lebih lanjut. 

Scialla mengatakan penting untuk tidak menakut-nakuti pasien dengan konsumsi buah-buahan dan sayuran, termasuk memberitahu untuk memperhatikan asupan kaliumnya.

Tim peneliti UVA merekomendasikan tidak hanya lebih banyak penelitian untuk lebih memahami hubungan antara konsumsi buah dan sayuran dan penyakit ginjal kronis, tetapi untuk mencari tahu bagaimana membuat semua orang makan lebih banyak buah dan sayuran.

“Kami berharap melalui penelitian ini dan studi serupa, kami dapat mendorong individu sehat dan pasien dengan penyakit ginjal kronis untuk mempertimbangkan kembali asupan buah dan sayuran mereka dengan memasukkan lebih banyak varietas dan jumlah buah dan sayuran yang tidak diproses atau diproses minimal ke dalam keseharian mereka. diet,” imbuh Shirin Pourafshar, ahli gizi dan ahli diet yang ikut menulis studi tersebut. (BS)