Berandasehat.id – Darah dari tali pusat bayi yang baru lahir pernah dianggap sebagai produk limbah, namun kini diketahui bahwa itu mengandung sel punca. Sel-sel ini dapat digunakan untuk transplantasi darah tali pusat, termasuk untuk kondisi genetik dan hematologi tertentu, dan beberapa jenis kanker. Dengan demikian tali pusat berpotensi menyelamatkan nyawa.

“Darah tali pusat adalah darah yang tersisa di tali pusat setelah lahir. Mengandung sel darah merah yang dapat membawa oksigen, nutrisi, dan sel punca. Sel punca mengisi kembali sel dalam darah, kulit, dan organ,” kata Dennis Costakos M.D., seorang neonatologis di Sistem Kesehatan Mayo Clinic di La Crosse dikutip dari laman Mayo Clinic. 

“Ketika bayi lahir, menunda penjepitan tali pusat selama 30-60 detik bermanfaat bagi si anak. Menunda penjepitan tali pusat untuk jangka waktu ini memungkinkan distribusi darah yang lebih tinggi ke bayi daripada meninggalkan darah berharga ini di plasenta,” imbuh Dennis Costakos. 

Ilustrasi bayi baru lahir (dok. istimewa)

Dennis Costakos mengatakan, menunda penjepitan tali pusat selama 30–60 detik untuk bayi yang lahir prematur mengurangi komplikasi serius prematuritas yang dapat mengancam jiwa. “Bayi cukup bulan cenderung akan mengalami kekurangan zat besi pada usia 3-6 bulan, yang penting untuk kesehatan dan perkembangan,” ujarnya.

Catatan penting lainnya adalah bagaimana darah tali pusat dapat mempengaruhi kehidupan orang lain. “Darah tali pusat adalah salah satu dari tiga sumber sel pembentuk darah yang digunakan dalam transplantasi. Sumsum tulang dan sel induk darah tepi adalah dua sumber sel lainnya,” terang Costakos.

“Darah tali pusat mengandung sel induk yang dapat digunakan untuk mengobati penyakit tertentu. Penggunaan transplantasi darah tali pusat saat ini mencakup kondisi genetik dan hematologi tertentu, dan beberapa jenis kanker,” bebernya.

Jika saudara atau anggota keluarga memiliki salah satu dari kondisi ini, tim perawatan kesehatan dapat memberikan masukan apakah sumbangan ke bank darah tali pusat swasta atau publik dapat dipertimbangkan. 

Bank darah tali pusat adalah pilihan yang layak untuk membantu orang lain yang membutuhkan. “Bank darah tali pusat beroperasi seperti bank darah. Darah tali pusat dikumpulkan untuk digunakan nanti oleh siapa saja yang membutuhkannya. Sel induk dalam darah tali pusat yang disumbangkan dapat digunakan oleh siapa saja yang cocok,” kata Costakos. “Bank umum tidak mengenakan biaya untuk pengambilan darah tali pusat.”

Jika sebuah keluarga memutuskan untuk mendonorkan darah tali pusat, tim perawatan kesehatan/dokter akan merencanakan untuk mengambil darah tali pusat pada saat persalinan. Setelah bayi lahir, tali pusat dijepit.

“Proses pengambilan darah tali pusat tidak menimbulkan rasa sakit bagi bayi karena tidak ada serabut saraf di tali pusat,” jelas Costakos. “Darah dikeluarkan dari tali pusar dengan jarum, dan kantong khusus dilampirkan. Setelah kantong ditutup, plasenta lahir. Prosesnya memakan waktu sekitar 10 menit.” (BS)