Berandasehat.id – Telah digunakan selama ribuan tahun untuk mengobati berbagai penyakit, kini akupuntur juga dapat membantu melawan salah satu tantangan kesehatan terbesar abad ke-21. Sebuah studi baru dari Edith Cowan University telah menemukan terapi akupuntur mungkin menjadi alat yang berguna dalam menghindari diabetes tipe 2.

Tim peneliti menyelidiki lusinan penelitian yang mencakup efek akupuntur pada lebih dari 3600 orang dengan pradiabetes, suatu kondisi yang ditandai dengan kadar glukosa darah lebih tinggi dari normal tapi tidak cukup tinggi untuk didiagnosis sebagai diabetes.

Temuan menunjukkan terapi akupuntur secara signifikan meningkatkan penanda kunci, seperti glukosa plasma puasa, glukosa plasma dua jam, dan hemoglobin terglikasi, ditambah penurunan yang lebih besar dalam kejadian pradiabetes. Selain itu, tidak ada laporan reaksi merugikan di antara pasien.

Kandidat Ph.D. dan pemimpin peneliti Min Zhang mengatakan hasil ini menunjukkan harapan besar untuk terapi akupuntur sebagai pilihan tambahan untuk menangkal diabetes, yang diperkirakan mempengaruhi 11 persen dari populasi orang dewasa dunia. Federasi Diabetes Internasional memperkirakan hampir 1,3 miliar orang akan menderita diabetes atau pradiabetes pada tahun 2045.

Ilustrasi terapi akupuntur (dok. istimewa)

“Tanpa intervensi, 93 persen orang dengan pradiabetes akan mengembangkan diabetes tipe 2 dalam waktu 20 tahun,” kata Zhang. “Tapi tidak seperti diabetes, pradiabetes dapat dibalik/dikembalikan dengan intervensi gaya hidup seperti perbaikan pola makan dan peningkatan olahraga”.

Zhang menambahkan, banyak orang berjuang untuk mematuhi perubahan gaya hidup dalam jangka panjang, sehingga perawatan non-farmakologis seperti akupuntur terbukti bermanfaat.

Pendekatan Holistik

Meskipun diabetes sering dikaitkan dengan faktor gaya hidup, aspek kehidupan lain mungkin juga berdampak, di situlah akupuntur berperan. “Ini bukan hanya tentang kadar gula darah,” kata Zhang. “Bagi yang mengalami masalah tidur, tekanan darah tinggi, banyak stres, ini juga dapat berkontribusi. Jadi, akupuntur dapat membantu dengan faktor-faktor ini dan bekerja secara holistik untuk membantu orang menyeimbangkan hidup mereka.”

Zhang menekankan penting untuk dicatat terapi akupuntur lebih dari sekadar menggunakan jarum, mengacu pada keluarga besar teknik stimulasi acupoint, seperti cahaya dan pulsa listrik, dan termasuk terapi pengobatan tradisional Tiongkok lainnya seperti moksibusi. “Hal ini penting karena penderita diabetes dapat memiliki masalah dengan kulit mereka, jadi mungkin tidak selalu ideal untuk menggunakan jarum,” ujarnya.

“Kita perlu melakukan lebih banyak penelitian tentang akupuntur dan diabetes, karena kita perlu menemukan lebih banyak cara untuk mencegah pradiabetes berkembang menjadi diabetes tipe 2.”

Zhang menyampaikan, banyak orang dengan pradiabetes tidak memiliki gejala dan merasa baik-baik saja, tetapi beberapa orang mengembangkan periode diabetes tidak lebih dari 6 bulan setelah diagnosis pradiabetes mereka. “Faktanya, intervensi pradiabetes adalah investasi alih-alih pengeluaran biaya. Jadi, waktu terbaik untuk mencegah diabetes tipe 2 adalah sekarang.” (BS)