Berandasehat.id – Kejadian gangguan fungsi pada retina di masyarakat perlu menjadi kekhawatiran bersama karena menjadi ancaman kebutaan yang perlu diwaspadai. Data jumlah operasi terkait gangguan retina di JEC Eye Hospitals & Clinics sepanjang tiga tahun terakhir bahkan mencapai 10.000 tindakan. 

Retina merupakan lapisan tipis di bagian belakang bola mata, berperan sangat penting dalam proses melihat. Bagian vital mata itu berperan menangkap cahaya dari luar yang kemudian akan diubah menjadi sinyal saraf dan akan diteruskan dan diterjemahkan oleh otak. Gangguan pada retina harus ditanggapi serius karena dapat berpotensi mengganggu penglihatan secara permanen yaitu kebutaan.

Beberapa jenis gangguan retina yang kerap ditemukan di Indonesia, antara lain: retinopati diabetes, degenerasi makula terkait usia, ablasio retina dan retinoblastoma. Disampaikan Dr. Soefiandi Soedarman, SpM (K) Direktur Medik JEC @Menteng, salah satu gangguan retina yang membutuhkan penanganan operasi darurat adalah ablasio retina, yakni lepasnya lapisan retina yang diakibatkan oleh lubang atau robekan pada retina. “Kegawatdaruratan ini berpotensi menyebabkan kebutaan dan maka dari itu harus dilakukan tindakan operasi segera,” ujarnya dalam temu media virtual, Rabu (24/8/2022).

Ilustrasi pemeriksaan mata (dok. istimewa)

Soefiandi menambahkan, ablasio retina merupakan gangguan retina yang membutuhkan penanganan operasi darurat yang kerap ditemukan di ruang praktik dokter. Faktor risiko yang dapat menyebabkan keadaan ini antara lain pertambahan usia, riwayat mata minus, riwayat trauma atau benturan pada mata, ataupun penderita diabetes.

“Di kamar operasi retina JEC @ Menteng kami kerap menemukan sampai 400 pasien per tahun yang membutuhkan penanganan operasi darurat ablasio retina,” terang Soefiandi.

Memahami fungsi krusial retina dan menjawab kebutuhan masyarakat terhadap penanganan retina secara darurat JEC Eye Hospitals & Clinics hadirkan kamar operasi retina 24 jam sejak hampir tiga dekade lalu. Diperkuat teknologi diagnostik hingga tindakan operasi dengan alat yang paling mutakhir, fasilitas ini juga didukung oleh 10 dokter ahli dengan sub-spesialis vitreo-retina untuk memberikan solusi bagi penderita gangguan retina darurat.

“Gangguan retina bersifat krusial di suatu kondisi. Terkadang pasien harus menunggu ketersediaan praktik dokter untuk mengatasi permasalahan matanya, sementara di satu sisi, tindakan harus segera dilakukan untuk menghindari terjadinya perburukan, yaitu kebutaan,” lanjut Soefiandi.

Teknologi operasi retina yang ditawarkan di JEC @ Menteng menggunakan teknologi terbaru dan terkini, teknik pembedahan dengan insisi minimal (TSV 23G-27G), teknologi mikroskop terkini, intraoperative OCT dan instrumen-instrumen terbaik lainnya untuk mendukung operasi retina.

Kesempatan sama Dr Referano Agustiawan, SpM(K) selaku Direktur Utama JEC @ Menteng menambahkan, sejak berdiri pada 1984, JEC Eye Hospitals and Clinics terus berupaya untuk mendukung optimalisasi penglihatan dan kualitas hidup masyarakat Indonesia. “Dengan adanya fasilitas yang didukung oleh kemutakhiran teknologi dan ahli kesehatan mata yang mumpuni, tim kami siap menangani pasien setiap saat, setiap waktu tanpa pasien harus khawatir akan terhambatnya proses operasi sehingga terjadinya akibat suatu akibat yang tidak diinginkan, yaitu kebutaan,” pungkasnya. (BS)

Advertisement