Berandasehat.id – Secara historis, otak diketahui berubah seiring bertambahnya usia dan penyakit. Namun kini, para peneliti dari Jepang telah menemukan bahwa volume wilayah otak tertentu berkorelasi dengan keseimbangan fisik. Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan di Gait & Posture, belum lama ini, para peneliti dari University of Tsukuba mengungkapkan bahwa volume hippocampus berkorelasi dengan ukuran kemampuan keseimbangan pada orang tua yang sehat.

Hippocampus terlibat dalam mengkonsolidasikan informasi memori tentang navigasi, kesadaran spasial, dan urutan motorik. Studi terbaru menunjukkan bahwa informasi dari sistem vestibular, yang mengatur keseimbangan dan posisi tubuh, penting untuk fungsi hipokampus dan memori spasial. 

Meskipun perubahan dalam hippocampus telah dikaitkan dengan disfungsi vestibular, hubungan antara keseimbangan dan volume hippocampal tidak dipahami dengan baik, yang ingin ditangani oleh para peneliti di Universitas Tsukuba.

“Keseimbangan postural membutuhkan integrasi sistem otak yang berbeda,” kata penulis senior studi Profesor Tetsuaki Arai. “Untuk memeriksa secara komprehensif bagian otak yang terkait dengan keseimbangan, kami ingin terlebih dahulu menilai karakteristik orang tua yang sehat.”

Untuk melakukan ini, para peneliti meminta sekelompok 30 orang dewasa tua yang sehat untuk menjalani tes keseimbangan, kognisi, dan pencitraan resonansi magnetik, yang memungkinkan tim peneliti untuk mengevaluasi volume hipokampus. Keseimbangan diukur menggunakan indeks stabilitas postural (IPS) dengan peserta berdiri di berbagai jenis permukaan dalam kondisi mata terbuka dan mata tertutup.

“Hasilnya mengejutkan,” jelas penulis Profesor Miho Ota. “Kami menemukan hubungan yang kuat antara fungsi keseimbangan dan volume wilayah spesifik hippocampus, yang dikenal sebagai subbidang hippocampus.” 

Hubungan ini paling kuat untuk keseimbangan pada permukaan lunak dengan mata tertutup.

“Penelitian ini adalah yang pertama untuk mengevaluasi hubungan antara volume hippocampus dan fungsi keseimbangan pada orang dewasa tua yang sehat, dan kami memperoleh informasi baru tentang sifat hubungan ini,” kata Profesor Tetsuaki Arai.

Temuan menunjukkan bahwa indeks stabilitas postural dapat digunakan untuk mengeksplorasi hubungan antara fungsi vestibular dan keseimbangan pada penderita demensia. Selain itu, penelitian ini menetapkan tahapan untuk penelitian masa depan yang mengevaluasi apakah pengobatan untuk gangguan keseimbangan dapat meningkatkan volume hippocampus serta apakah volume hippocampus dapat digunakan untuk memprediksi hasil intervensi terapeutik untuk gangguan keseimbangan pada penderita demensia/kepikunan. (BS)

Advertisement