Berandasehat.id – Raksasa farmasi Prancis, Sanofi, mengumumkan akan memangkas harga insulin yang paling banyak diresepkan di AS sebesar 78 persen. Kebijakan itu sejalan dengan dua pembuat obat besar lainnya yang belum lama ini mengumumkan akan menurunkan harga insulin.

Eli Lilly mengumumkan bulan ini akan memotong harga insulin AS sebesar 70 persen dan Novo Nordisk mengikutinya dengan mengatakan akan menurunkan harga sebesar 75 persen.

Langkah itu terjadi setelah Presiden AS Joe Biden mendesak produsen insulin untuk menurunkan harga obat penyelamat jiwa yang dibutuhkan oleh jutaan orang Amerika yang hidup dengan diabetes. “Biaya pembuatan insulin kurang dari US$10, tetapi orang Amerika kadang-kadang dipaksa membayar lebih dari US$300 untuk itu,” kata Presiden Biden.

Sanofi, Eli Lilly dan Novo Nordisk mendominasi pasar insulin di Amerika Serikat. Sanofi mengatakan akan memangkas daftar harga Lantus, insulin yang paling banyak diresepkan di Amerika Serikat, sebesar 78 persen mulai 1 Januari 2024.

Perusahaan farmasi itu mengatakan juga akan membatasi biaya out-of-pocket sebesar US$35 per bulan untuk orang-orang dengan asuransi.

“Sanofi percaya bahwa tidak seorang pun harus berjuang untuk membayar insulin mereka,” kata Olivier Bogillot, dari pihak Sanofi.

Ilustrasi injeksi insulin (dok. ist)

“Kami bangga dengan tindakan berkelanjutan kami untuk meningkatkan akses dan keterjangkauan bagi jutaan pasien selama bertahun-tahun,” lanjut Bogillot.

Insiden diabetes di Amerika Serikat pada orang dewasa telah berlipat ganda selama 20 tahun terakhir, tercatat menimpa 37,3 juta orang, menurut data Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS.

Harga insulin telah melonjak di negara itu, delapan kali lebih mahal daripada di 32 negara berpenghasilan tinggi yang sebanding, demikian temuan penelitian Rand Corporation tahun 2020.

Insulin yang tidak terjangkau, khususnya bagi orang Amerika yang tidak diasuransikan, telah menjadi topik kritikan pedas bagi perusahaan asuransi besar, demikian AFP. (BS)

Advertisement