Berandasehat.id – Diet rendah karbohidrat dan rendah gula dapat meningkatkan harapan hidup orang dewasa dengan penyakit ginjal kronis (CKD), menurut penelitian baru yang diterbitkan di jurnal Renal Failure. Studi itu menyebut, mengganti karbohidrat dengan protein dan/atau mengganti gula dengan karbohidrat bukan gula tampaknya mengurangi risiko kematian.
Pedoman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) saat ini untuk masyarakat umum merekomendasikan diet rendah lemak/rendah karbohidrat, menjadikan protein sebagai sumber energi utama. Namun, WHO merekomendasikan diet rendah protein bagi penderita CKD karena kadar protein tinggi dianggap mempercepat kerusakan ginjal.
CKD adalah kondisi umum, yang mempengaruhi sekitar 15% orang di Inggris dan AS. Pola makan yang optimal dapat secara efektif mencegah perkembangan CKD, tetapi sangat sedikit penelitian yang menyelidiki pengaruh asupan karbohidrat pada mereka yang menderita penyakit ini.
Untuk mengeksplorasi apakah diet rendah karbohidrat sesuai untuk pasien CKD, penulis utama Qidong Ren dari Peking Union Medical College Hospital, Cina dan kolega menyelidiki hubungan antara asupan makronutrien (lemak, protein, karbohidrat) dan semua penyebab risiko kematian pada 3.683 pasien CKD dewasa di AS.
Mereka menemukan bahwa orang dengan CKD memiliki risiko kematian yang lebih rendah ketika mengonsumsi 30%–45% energi dari karbohidrat (dibandingkan dengan 60%), dan 5%–20% energi mereka dari gula (dibandingkan dengan 40%).

Ilustrasi diet rendah karbo (dok. ist)
Para peneliti kemudian melakukan analisis penggantian iso-kalori yang menunjukkan bahwa mengganti asupan energi dari karbohidrat dengan protein (hingga 30%) dan/atau mengganti gula dengan karbohidrat bukan gula (hingga 55%) mengurangi semua penyebab kematian.
“Hasil kami menunjukkan bahwa saran diet untuk pasien CKD harus diberikan sesuai dengan struktur diet mereka saat ini (terutama persentase asupan karbohidrat) dan gula/karbohidrat bukan gula harus dipertimbangkan saat menyesuaikan asupan karbohidrat mereka,” ujar rekan penulis Qidong Ren, dari Peking Union Medical College Hospital.
“Kami mengamati risiko kematian yang lebih rendah dengan asupan karbohidrat yang lebih rendah dan pengurangan risiko kematian saat mengganti karbohidrat dengan protein,” imbuhnya.
Qidong Ren lebih lanjut menyampaikan, asupan protein yang lebih tinggi dikaitkan dengan risiko kematian yang lebih rendah pada pasien CKD. Namun, penelitian ukuran sampel jangka panjang dan ekstensif diperlukan untuk lebih sepenuhnya menentukan efek dari diet protein tinggi pada pasien CKD, demikian laporan MedicalXpress. (BS)