Berandasehat.id – Dengue merupakan salah satu ancaman kesehatan utama masyarakat di dunia dan sebagai negara hiperendemik, Indonesia adalah salah satu negara paling terdampak. Dengue berpotensi menyebabkan beban penyakit yang luar biasa bagi masyarakat maupun perekonomian negara.

Di Indonesia pada tahun 2022 jumlah kumulatif kasus dengue adalah sebanyak 143,266 (Insiden Rate: 52.12 per 100.000 penduduk) dan 1.235 kematian (Case Fatality Rate: 0.86%). Sedangkan Pada tahun 2023 ini jumlah kumulatif kasus dengue di Indonesia sampai dengan minggu ke-32 adalah 56.185 kasus (IR:: 20,44/100.000 penduduk) dan 409 kematian (CFR:0,73%). Kasus dilaporkan oleh 462 Kab/Kota di 34 Provinsi. Kematian dengue tersebar di 173 kabupaten/kota di 32 provinsi. 

Saat ini, jumlah kasus dengue di Indonesia telah mencapai 30 kali lebih banyak dibandingkan ketika pertama kali dilaporkan sekitar 50 tahun yang lalu. Pemerintah Indonesia telah menetapkan Strategi Nasional Penanggulangan Dengue (Stranas) 2021-2025 untuk menanggulangi dengue dan mencapai nol kematian akibat dengue pada tahun 2030. 

Untuk mencapai strategi ini, dibutuhkan adanya kolaborasi antar seluruh pemangku kepentingan terkait, seperti lintas Kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, organisasi profesi, masyarakat dan swasta. Oleh karena itu, Kaukus Kesehatan DPR RI bersama dengan Kementerian Kesehatan didukung oleh Bio Farma, Takeda, dan World Mosquito Program dan pemangku kepentingan lainnya resmi meluncurkan Koalisi Bersama (KOBAR) Lawan Dengue, yang bertujuan untuk membangun jaringan dan memperkuat komitmen pemangku kepentingan dalam upaya penanggulangan dengue di Indonesia. 

“kami mengukuhkan komitmen bersama lawan dengue melalui peluncuran Koalisi Bersama (KOBAR) Lawan Dengue sebagai satu kekuatan gotong royong untuk menanggulangi penyakit ini. Bersama-sama, kita bisa mencapai nol kematian akibat dengue pada tahun 2030. Mari kita bersatu untuk membagikan pengetahuan, sumber daya, serta kepedulian kita akan bahaya penyakit dengue di Indonesia,” ujar Ketua Kaukus Kesehatan, DPR RI dan Ketua KOBAR Lawan Dengue Suir Syam.

Peluncuran Koalisi Bersama (KOBAR) Lawan Dengue (dok. ist)

Pemerintah telah melakukan berbagai upaya penanggulangan dengue dan menegaskan bahwa keterlibatan semua pihak merupakan kunci keberhasilan upaya tersebut. Menurut Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia Dante Saksono Harbuwono peluncuran Koalisi Bersama (KOBAR) Lawan Dengue yang sejalan dengan Strategi Nasional Penanggulangan Dengue 2021-2025 menjadi bukti nyata kolaborasi yang kuat antara pemerintah dengan pemangku kepentingan dari berbagai sektor. “Bersama-sama, kita mengubah strategi menjadi tindakan, dan melindungi kesehatan generasi masa depan,” ujarnya.

Semua orang berisiko terkena dengue tanpa memandang usia, jenis kelamin, atau gaya hidup. Bahaya dengue ini juga pernah dialami oleh Tika Bisono, psikolog sekaligus pemerhati isu keluarga. “Pengalaman saya terkait dengue ini meninggalkan memori yang berat untuk saya dan keluarga. Anak saya berumur 10 Tahun, saat dia terkena dengue dan meningggal akibat penyakit mematikan ini,” ujarnya.

“Namun memori saya mengenai dengue ini tidak membuat saya takut akan penyakit ini, saya akan semakin giat untuk maju bersama pemerintah memerangi penyakit ini. Saya yakin dengan adanya program koalisi ini, kita, masyarakat Indonesia akan mampu menanggulangi dengue,” lanjut Tika.

Melalui Koalisi Bersama (KOBAR) Lawan Dengue, upaya penanggulangan dengue bisa diterjemahkan menjadi sejumlah langkah nyata menuju nol kematian pada tahun 2030. Berbagai bentuk langkah nyata yang bisa dilakukan termasuk diantaranya program kementerian kesehatan yang tengah berjalan yaitu Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik (G1R1J) yang mengajak masyarakat dengan serentak meluangkan waktu  selama 10 menit, pada pukul 10 pagi, di setiap hari minggu selama minimal 10 pekan dengan melakukan 3M plus (menguras, menutup, dan mendaur ulang). 

Kegiatan lain untuk mencegah penularan infeksi dengue dilakukan dengan pengembangan berbagai bentuk intervensi inovatif seperti vaksinasi sebagai pencegahan komprehensif dan teknologi wolbachia.  (BS)