Berandasehat.id – Sekitar 31,2 juta orang Indonesia mengalami gangguan penglihatan, dan 5,7 juta lainnya bahkan buta. Ini merupakan masalah kesehatan yang harus selekasnya ditangani, mengingat sebagian besar kasus kebutaan itu bisa dicegah.
Saat ini, Indonesia memiliki 2.000 dokter spesialis mata, dan masih membutuhkan 2.000 lagi.
“Inilah yang mendorong saya untuk mengakselerasi pendidikan spesialis. Terlebih, undang-undang sudah membuka kesempatan bahwa pendidikan formal bisa dilangsungkan di rumah sakit. Dengan demikian, objektif untuk mempermudah dan mempermurah pendidikan spesialis dapat terealisasi,” ujar Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam sambutannya di acara peringatan 40 Years of JEC: Let’s Go Extra Miles di JEC Kedoya, Kamis (1/2/2024).
Menkes menambahkan, salah satu tujuan utamanya adalah membawa Indonesia menjadi kategori negara maju. “Untuk mewujudkan itu, masyarakat harus sehat, enggak boleh enggak bisa melihat, enggak boleh buta. Di sinilah JEC berperan untuk turut memastikan masyarakat Indonesia mampu melihat dengan baik. Kita membutuhkan perusahaan seperti JEC yang bisa menjadi simbol dan contoh, serta menyebarkan kompetensi. Semoga tumbuh bibit-bibit JEC baru yang menyebar di seluruh Indonesia,” tuturnya.

JEC Eye Hospitals and Clinics berkomitmen meningkatkan kualitas para SDM kesehatan di Indonesia dengan menjadi umah sakit penyelenggara pendidikan ilmu kesehatan mata. Bahkan, menjadi rumah sakit mata swasta pertama yang merintis program ini.
JEC telah menjalankan JEC Academy sejak 1998 – yakni program pengembangan profesi dan peningkatan keterampilan praktik klinis bagi para tenaga kesehatan mata, baik dokter maupun perawat. Diperkuat 34 pelatih profesional dan bersertifikat, JEC Academy telah diikuti oleh lebih dari 190 dokter dan 170 perawat dari berbagai wilayah Indonesia, bahkan dari mancanegara.
“JEC berkomitmen mengoptimalisasi penglihatan dan kualitas hidup masyarakat Indonesia. Kami meyakini tujuan ersebut dapat dicapai, salah satunya, dengan pengembangan kompetensi para tenaga kesehatan melalui riset dan pendidikan,” ujar Presiden Direktur JEC Korporat, Dr. dr. Johan A Hutauruk, SpM(K), kesempatan sama. “Inilah yang semakin memacu JEC untuk berkontribusi menjadi hospital based training program agar kualitas profesional bidang kesehatan mata di Indonesia semakin meningkat dan merata. “
Perhatian berkelanjutan JEC pada pengembangan SDM kesehatan mata sejalan dengan upaya perusahaan untuk terus bertumbuh. Selain penguatan tenaga ahli mata, pada hari jadinya tahun ini, JEC juga bertekad untuk memudahkan akses terhadap fasilitas kesehatan yang unggul, yakni dengan penyediaan teknologi mutakhir dan penambahan cabang.
Johan menyampaikan, empat dekade berkiprah bukanlah titik pencapaian, tetapi justru pendorong JEC untuk melangkah lebih jauh mengoptimalkan penglihatan dan kualitas hidup masyarakat Indonesia. “Menyongsong dekade usia berikutnya, prioritas kami adalah meningkatkan pengalaman positif pasien ketika mendapatkan pelayanan, dan selama berada di lingkungan jaringan JEC Eye Hospitals and Clinics,” bebernya.
Dengan mutu ekosistem eye care di Indonesia yang diandalkan an keberadaannya yang kian mudah dijangkau, sebut Johan, masyarakat tidak perlu ke luar negeri untuk mendapatkan layanan kesehatan mata tepercaya.
Sebagai bagian dari perayaan “40 Years of JEC: Let’s Go Extra Miles”, pada pertengahan Januari lalu, JEC telah membuka Klinik Utama Mata JEC JAVA @ Pasuruan; menjadi satu-satunya institusi kesehatan mata di area Pasuruan Jawa Timur yang memiliki layanan subspesialis.
JEC juga akan meresmikan Rumah Sakit Mata JEC-Orbita @ Makassar pada 3 Februari 2024. Cabang itu merupakan rumah sakit mata kelima JEC Eye Hospitals and Clinics, dan yang pertama berlokasi di wilayah Indonesia Timur. Selanjutnya, pada semester dua tahun ini, JEC berencana membuka Klinik Utama JEC-Orbita @ Kendari.
Ketiga cabang baru tersebut semakin mengokohkan jaringan luas JEC Eye Hospitals and Clinics yang sekarang tersebar di 11 kota di 6 provinsi. Dari skala besaran fasilitas, saat ini JEC sudah mengoperasikan 5 rumah sakit dan 10 klinik utama mata. (BS)