Berandasehat.id – Kondisi umum yang disebut sindrom ovarium polikistik (PCOS) yang menyebabkan siklus menstruasi tidak teratur telah dikaitkan dengan tanda-tanda penurunan kognitif (daya ingat) dini. Dikenal sebagai PCOS, kondisi ini dapat mempengaruhi lebih dari 1 dari 10 wanita, dan merupakan salah satu penyebab paling umum dari infertilitas.

Selain masalah ovulasi, PCOS juga dapat menyebabkan pertumbuhan rambut berlebih di wajah dan bagian tubuh lainnya, serta pertumbuhan abnormal pada ovarium. Wanita dengan PCOS memiliki risiko lebih tinggi terkena diabetes tipe 2, serta kondisi kesehatan serius lainnya seperti penyakit jantung, tekanan darah tinggi, masalah kolesterol, dan sleep apnea, terutama jika wanita tersebut kelebihan berat badan.

Studi terbaru ini mencari kemungkinan hubungan antara PCOS dan kesehatan otak pada wanita ketika mereka berusia akhir 40-an atau lebih. “Hasil kami menunjukkan bahwa orang dengan kondisi ini memiliki daya ingat dan kemampuan berpikir yang lebih rendah serta perubahan otak yang tidak kentara di usia paruh baya,” penulis utama Heather G. Huddleston, MD, dari University of California, San Francisco, dan direktur klinik PCOS di UCSF Health.

Huddleston menambahkan, hal itu dapat berdampak pada seseorang di berbagai tingkatan, termasuk kualitas hidup, kesuksesan karier, dan keamanan finansial.

Studi menemukan, wanita dengan usia rata-rata 55 tahun yang juga melaporkan gejala PCOS mendapat skor lebih rendah pada tes kognitif yang biasa digunakan untuk mengukur kesehatan otak, seperti kemampuan mengingat 15 kata yang tidak berhubungan.

Para peneliti juga menemukan bahwa wanita dengan gejala PCOS mengalami perubahan pada materi putih otak berdasarkan pencitraan resonansi magnetik, dan perubahan tersebut bisa menjadi tanda penuaan otak dini.

Penelitian tidak menunjukkan bahwa PCOS menyebabkan penurunan kognitif, namun menemukan hubungan yang konsisten antara kedua kondisi tersebut.

Sebanyak 907 wanita dalam penelitian ini berusia antara 18 hingga 30 tahun pada awal studi dan diikuti selama 3 dekade. Di akhir masa studi selama 30 tahun, para wanita tersebut mengikuti tes yang mengevaluasi memori, kemampuan verbal, perhatian, dan kecepatan pemrosesan, yaitu waktu yang diperlukan untuk melakukan tugas mental.

Selanjutnya, para peneliti membandingkan hasil di antara wanita tanpa PCOS dengan 66 wanita dalam penelitian yang kemungkinan menderita PCOS berdasarkan gejala yang dilaporkan atau karena mereka memiliki kondisi PCOS yang umum dengan kadar hormon androgen yang tinggi.

Wanita dengan gejala PCOS mendapat skor 11% lebih rendah pada tes perhatian, yang mengharuskan mereka melihat daftar kata dengan warna berbeda dan kemudian menyebutkan warna tinta, daripada membaca kata sebenarnya.

Wanita dengan gejala PCOS juga mendapat nilai lebih rendah pada tes memori dan kemampuan verbal.

Para peneliti mengingatkan bahwa keterbatasan penelitian ini adalah perempuan dalam kelompok PCOS belum tentu memiliki diagnosis medis PCOS.

Huddleston mengatakan penelitian tambahan diperlukan untuk mengkonfirmasi temuan ini dan untuk menentukan bagaimana perubahan ini terjadi, termasuk melihat perubahan yang dapat dilakukan orang untuk mengurangi kemungkinan masalah berpikir dan ingatan mereka. “Membuat perubahan seperti melakukan lebih banyak latihan kardiovaskular dan meningkatkan kesehatan mental juga dapat meningkatkan penuaan otak pada populasi ini,” tandasnya.

Hasil studi telah dipublikasikan di jurnal Neurology edisi Februari 2024. (BS)