Berandasehat.id – Lupa nama, salah menaruh barang, atau salah menyebutkan kata yang tepat saat berbicara mungkin dialami oleh sejumlah orang di usia lanjut. Kehilangan ingatan sesekali ini sering membuat kita bertanya-tanya apakah itu bisa jadi tanda awal demensia/kepikunan.

Seiring bertambahnya usia, kita menyadari bahwa butuh waktu lebih lama untuk mengingat sesuatu daripada sebelumnya. Lupa sesekali ini disebut gangguan memori terkait usia dan merupakan bagian normal dari penuaan. Meskipun mungkin terasa membuat frustrasi, itu tidak berarti Anda mengalami demensia.

Meskipun banyak orang yang menyamakan penuaan normal dengan demensia, keduanya sangat berbeda. Demensia sering kali dimulai dengan kehilangan memori ringan tetapi semakin memburuk seiring waktu.

Dalam perubahan memori terkait usia yang normal, lupa cenderung terjadi sesekali dan biasanya melibatkan ingatan dari masa lalu yang lebih jauh.

Sebaliknya, orang dengan demensia sering kali berjuang dengan kejadian baru-baru ini, seperti melupakan percakapan yang mereka lakukan sebelumnya hari itu atau tidak mengenali seseorang yang baru saja mereka temui.

Demensia bukan hanya tentang kehilangan memori. Kondisi ini juga menyebabkan kebingungan, kesulitan mengelola tugas sehari-hari, masalah bahasa dan pemahaman, serta perubahan perilaku yang nyata. Seiring berjalannya waktu, tantangan ini mengganggu kemampuan seseorang untuk melakukan aktivitas sehari-hari dan dapat memengaruhi kemandirian secara signifikan.

Namun, penting untuk diingat bahwa memperhatikan gejala seperti kehilangan ingatan atau kebingungan saja tidak cukup untuk mendiagnosis demensia. Hanya profesional perawatan kesehatan yang dapat membuat diagnosis tersebut setelah evaluasi menyeluruh.

Hal itu biasanya melibatkan riwayat medis, tes kognitif, pemeriksaan fisik, dan terkadang pencitraan otak untuk menyingkirkan kemungkinan penyebab lainnya.

Masalah ingatan juga dapat berasal dari berbagai penyebab lain, termasuk cedera kepala seperti gegar otak, tumor atau infeksi otak, masalah tiroid atau organ, efek samping obat, kondisi kesehatan mental seperti depresi dan kecemasan, penyalahgunaan zat, gangguan tidur, atau bahkan kekurangan nutrisi penting seperti vitamin B12 dan gizi buruk.

Apabila masalah ingatan mulai mengganggu kehidupan sehari-hari, penting untuk menemui dokter. Tanda-tanda peringatannya termasuk mengulang pertanyaan yang sama berulang kali, tersesat di tempat yang sudah dikenal, atau kesulitan mengurus diri sendiri.

Dalam beberapa kasus, orang lanjut usia dapat didiagnosis dengan gangguan kognitif ringan, suatu kondisi di mana masalah ingatan lebih terlihat dibandingkan orang lain seusianya. Namun, tidak seperti demensia, orang dengan gangguan kognitif ringan biasanya dapat mengelola aktivitas harian mereka secara mandiri, demikian Medical Daily. (BS)