Berandasehat.id – Lebih dari separuh (54%) responden belum pernah membicarakan cacar api dengan dokter, menurut sebuah survei global yang melibatkan lebih dari 6.000 orang dewasa berusia 50 tahun ke atas di 10 negara.

Survei itu meneliti tingkat pengetahuan dan pengalaman tentang cacar api, khususnya pada orang dengan penyakit kronis.

Kelompok ini termasuk mereka yang memiliki risiko lebih tinggi terkena cacar api dan berpotensi mengalami komplikasi yang lebih serius

Survei global terbaru dari GSK tersebut merupakan bagian dari kampanye Shingles Action Week,  menunjukkan bahwa sebanyak 78% responden khawatir cacar api dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan 72% risau penyakit ini dapat menyebabkan rawat inap jangka panjang di rumah sakit.

Temuan ini menunjukkan bahwa cacar api perlu lebih diperhatikan dalam pembahasan tentang penyakit kronis, serta penting bagi pasien untuk berdiskusi langsung dengan dokter mengenai hal ini.

Ilustrasi penyakit cacar api

Cacar api dapat menyerang 1 dari 3 orang dewasa dalam hidup mereka. Menurut penelitian global, studi klinis menunjukkan bahwa beberapa penyakit kronis meningkatkan risiko terkena cacar api, seperti penyakit jantung (CVD) sebesar 34%, penyakit ginjal (PGK) 29%, diabetes (38%), atau PPOK atau asma hingga 41%.

Di Indonesia, beberapa penyakit komorbid dan faktor tertentu terbukti meningkatkan risiko cacar api. Risiko tertinggi ditemukan pada pengidap HIV/AIDS (3,22 kali), diikuti kanker (2,17 kali) dan penyakit autoimun (1,3–2 kali).

Risiko juga meningkat pada penderita PPOK (1,41 kali), penyakit kardiovaskular (1,34 kali), dan diabetes (1,24 kali).

Selain penyakit penyerta, faktor lain seperti usia lanjut, riwayat cacar api sebelumnya, stres, serta jenis kelamin perempuan juga berperan dalam meningkatkan risiko terkena cacar api.

dr. Nurwestu Rusetiyanti, M.Kes., Sp.D.V.E., Subsp.Ven, anggota PERDOSKI, menyampaikan berbagai artikel penelitian, risiko terkena herpes zoster memang lebih tinggi pada kelompok tertentu, antara lain kondisi immunokompromi, seperti penderita HIV/AIDS, pasien dengan penyakit keganasan, serta mereka yang berusia lanjut.

Riwayat keluarga dengan herpes zoster dan jenis kelamin perempuan juga masuk dalam kelompok risiko tinggi.

Meskipun terdapat banyak kekhawatiran akan komplikasi cacar api yang lebih berat di antara responden, sayangnya kesadaran akan hubungan antara melemahnya kekebalan tubuh, gangguan kesehatan kronis yang buruk dan reaktivasi cacar api masih kurang.

Survei mengungkap, satu dari empat orang masih mempercayai bahwa gangguan kesehatan kronis mereka tidak memengaruhi sistem kekebalan tubuh atau risiko cacar api, dan hampir setengah tidak menyadari bahwa gangguan kesehatan kronis mereka dapat meningkatkan risiko cacar api dengan gejala yang berat.

Terkait survei itu, Reswita Dery Gisriani, Director of Market Access, Communication and Government Affairs GSK Indonesia, mengungkap banyak orang dewasa sudah memahami bahwa kondisi kesehatan kronis memerlukan manajemen rutin. “Namun, tidak semua menyadari bahwa kondisi tersebut juga dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh,” ujarnya.

Seiring bertambahnya usia, kekebalan tubuh memang menurun secara alami, dan dapat diperburuk oleh berbagai penyakit kronis seperti kardiovaskular, diabetes, gangguan ginjal, dan PPOK, yang secara umum diketahui meningkatkan risiko terkena cacar api.

Di Indonesia, risiko ini menjadi semakin relevan dengan adanya kondisi seperti HIV/AIDS, kanker, dan penyakit autoimun, yang juga berkontribusi terhadap meningkatnya kerentanan terhadap cacar api.

Ilustrasi penyakit cacar api

Dampaknya tidak hanya pada kesehatan, tetapi juga beban biaya yang tidak kecil, rawat inap dapat mencapai hingga Rp10 juta per kasus. Padahal, ini adalah penyakit yang sebenarnya dapat dicegah.

“Karena itu, memahami faktor risiko ini menjadi langkah penting untuk mendorong upaya pencegahan dan menempatkan cacar api sebagai bagian dari perhatian dalam healthy ageing,” cetus Reswita.

Hasil survei menyoroti perlunya edukasi kesehatan masyarakat yang lebih masif lagi mengenai bagaimana gangguan kesehatan kronis dan kekebalan tubuh yang menurun dapat meningkatkan risiko cacar api.

Penting juga membingkai ulang kesadaran terhadap penyakit itu sebagai bagian penting dari penjagaan kesehatan rutin untuk orang dewasa berusia 50 tahun ke atas yang hidup dengan kondisi kesehatan kronis tertentu. (BS)